Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Prosesi Panen Padi ‘Mipit Nyi Pohaci’, Hidupkan Kembali Budaya Leluhur

PURWAKARTA – Pemerintah Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kembali menggelar pentas seni tradisi Mipit Nyi Pohaci sebagai upaya menghidupkan kembali budaya leluhur dalam prosesi panen padi, Kamis (12/2/2026).

Rangkaian ritual budaya tersebut diawali dengan kemunculan Ki Lengser yang memimpin arak-arakan warga, khususnya kaum ibu yang membawa berbagai hidangan tradisional sebagai simbol rasa syukur. Sajian tersebut di antaranya tumpeng, bakakak ayam kampung, serta aneka makanan khas lainnya.

Prosesi kemudian berlanjut ke acara inti berupa panen padi di areal sawah tadah hujan. Kegiatan sakral tersebut diiringi lantunan kawih Sunda buhun yang sarat makna dan menggambarkan hubungan manusia dengan alam serta rasa syukur atas hasil bumi.

Berita Lainnya  KDM atau H. Jenal Aripin yang 'Cuci Tangan', Askun : "Kenapa Semua Jadi Merasa Paling Bersih?"

Dalam prosesi tersebut, hasil panen padi secara simbolis diserahkan kepada Kepala Desa Dangdeur, Tatang Taryana, yang berperan sebagai pupuhu lembur oleh penari yang memerankan tokoh Dewi Padi, Nyi Pohaci.

Seusai mengikuti seluruh rangkaian acara, Tatang Taryana menegaskan kegiatan budaya tersebut bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai tradisi kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Tradisi memanen padi budaya leluhur ini sengaja diangkat kembali karena keberadaannya sudah sangat jarang dilihat di masyarakat zaman modern ini, sehingga perlu diperkenalkan kepada generasi muda sekarang agar ikut andil melestarikannya,” ujar Tatang.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purwakarta, Rustaman Arifin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif desa dalam menjaga tradisi budaya lokal.

“Pelestarian tradisi budaya leluhur ini patut dicontoh oleh desa-desa lainnya agar budaya leluhur tetap hidup dan dikenal masyarakat luas,” kata Rustaman.

Pentas seni Mipit Nyi Pohaci juga dihadiri masyarakat Desa Dangdeur, Camat Bungursari Wita Gusrianita, serta para kepala desa di wilayah Kecamatan Bungursari, sehingga suasana acara berlangsung meriah sekaligus sarat nilai budaya.

Berita Lainnya  BRI Cabang Karawang Disomasi Pengusaha, Gegara Diduga Salah Menjual Objek Lelang

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga warisan leluhur yang mulai jarang ditemui di tengah modernisasi.***

Sumber : BeritaSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan