Rabu, Februari 11, 2026
spot_img

Jabar Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Nasional

KOTA BANDUNG – Provinsi Jawa Barat meraih Peringkat Pertama Nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Pencapaian luar biasa tersebut didorong oleh kinerja kuat dalam hal akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan yang menjadi penilaian IMTI 2025.

IMTI dirilis oleh CrescentRating, Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia, dan Enhaii Halal Tourism Center (EHTC).

Jawa Barat mendapat skor tertinggi (Peringkat 1) dalam kriteria lingkungan, yakni sebesar 82.8. Skor lingkungan yang unggul mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terhadap pariwisata halal, tingginya volume kunjungan wisatawan domestik maupun internasional, dan praktik pariwisata berkelanjutan yang kokoh.

Sementara itu, Jawa Barat juga menunjukkan performa pelayanan yang solid (peringkat 3 dengan skor 75.7) dan komunikasi yang baik (peringkat 3 dengan skor 67.5). Capaian tersebut berhasil diraih berkat ketersediaan restoran halal yang luas, warisan budaya yang kaya, serta fasilitas memadai di hotel dan bandara untuk wisatawan Muslim.

Berita Lainnya  Kemensos Kirim Ribuan Paket Bantuan untuk Korban Banjir Subang

Komitmen ini semakin nyata dengan ditunjuknya kawasan Bandung Raya dan Cirebon Raya sebagai area proyek percontohan untuk implementasi RIDA Impact Score (RIS), sebuah kerangka kerja yang mengukur praktik etis, pengalaman mendalam, inovasi digital, dan jaminan layanan (assured).

Selain menduduki puncak peringkat IMTI 2025 dengan skor total 69.6, Jawa Barat juga menerima Special Recognition Award of Muslim Friendly Destination.

Prestasi ini merupakan buah dari sinergi multipihak yang kuat di Jawa Barat, terdiri dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) telah menunjukkan langkah konkret melalui program andalan Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) yang diluncurkan pada 2024.

Program ini merupakan program pemeringkatan pertama tingkat provinsi di Indonesia dalam penerapan instrumen Pariwisata Ramah Muslim.

Berita Lainnya  Jalan Rancadarah-Gurudug Diberi Nama Jalan Wisata KDM

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Telkom University dalam menciptakan HalalBot, sebuah Chatbot berbasis Deep Learning yang membantu wisatawan Muslim merencanakan perjalanan yang aman dan nyaman.

Komitmen terhadap jaminan produk juga terlihat jelas, dengan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak di Indonesia, mencapai 1,3 juta produk. Hal tersebut secara langsung mendukung sektor UMKM/Koperasi dan perdagangan.

Selain itu, pergerakan Muslim Friendly Tourism (MFT) kini juga dijalankan di tingkat kabupaten dan kota. Tujuannya, untuk memastikan penerapan instrumen pariwisata ramah Muslim yang komprehensif.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan menegaskan, keberhasilan ini menjadi momentum emas.

“Prestasi ini tidak lepas dari sinergi pemerintah, akademisi, pelaku Industri pariwisata, media serta masyarakat Jawa Barat. Tim Disparbud dan EHTC mulai mematangkan konsep pariwisata ramah Muslim pada 2024 dan membawakan hasil maksimal hari ini,” ujar Iendra.

Berita Lainnya  Bupati Aep dan Forkopimda Bersih-bersih Hutan Mangrove Tangkolak

Peningkatan ranking IMTI 2025 ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Jawa Barat sebagai destinasi wisata ramah Muslim unggulan di Indonesia.

Dengan terus meningkatkan kenyamanan, kemudahan, dan jaminan layanan sesuai prinsip pariwisata ramah Muslim, Jawa Barat diharapkan akan menarik lebih banyak wisatawan Muslim, baik domestik maupun mancanegara.

Hal ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus memupuk sinergi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Dengan begitu, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan citra positif Jawa Barat. (Sumber : jabarprov.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polres Subang Ungkap Kasus Pemerasan Modus ‘Polisi Gadungan’

SUBANG - Sindikat kasus pemerasan dengan bermodus polisi gadungan berhasil diungkap Polres Subang. Tiga pelaku ditangkap setelah terbukti melakukan aksi pemerasan dengan mengaku sebagai...

Irit Bicara, Lurah Jujun Bantah Beri Informasi Keliru ke KDM

KARAWANG - Kepala Desa (Kades) Wadas, Kecamatan Telukjambe Barat, Junaedi (Lurah Jujun) terkesan irit bicara, saat dikonfirmasi mengenai pernyataanya di video viral yang menyatakan...

Noel Sebut ‘Parpol Tiga Huruf’ Terlibat Kasus Pemerasan yang Menjeratnya

JAKARTA - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel kini mengungkapkan bahwa partai politik (parpol) yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan...

Pemprov Jabar Akhiri Moratorium, 47 Izin Tambang Kembali Boleh Beroperasi

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melunak dengan mengakhiri moratorium 47 ijin usaha pertambangan (IUP). Meski demikian, wilayah yang dipimpin Dedi Mulyadi (KDM)...

Terdampak Proyek Jalan Tol, Pemkab Bekasi Pastikan Relokasi SDN 03 Ciledug

BEKASI -  Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan relokasi Sekolah Dasar Negeri 03 Ciledug Kecamatan Setu, yang terdampak Proyek Strategis Nasional pembangunan jalan tol telah memasuki...

Peristiwa

Sopir Mengantuk, Artis Sinetron Diva Siregar Alami Kecelakaan di Tol Jagorawi

BOGOR - Sopir diduga mengantuk, artis sinetron Diva Siregar mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 17.00 WIB, pada Sabtu (7/2/2026). Mobil...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI