Senin, Juli 20, 2026
spot_img

DPRD Karawang Didemo Pengusaha Sedot WC, H. Erick Heryawan : “Kita akan Dorong Perda Baru”

KARAWANG – Komisi III DPRD Kabupaten Karawang menerima Aspirasi dari Asosiasi Sedot WC Karawang terkait tentang IPLT, pada Rabu ( 25/06/2025) bertempat di ruang rapat II DPRD Kabupaten Karawang.

Puluhan pelaku usaha sedot WC yang tergabung dalam Asosiasi Sedot WC Karawang (ASWK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Selasa (25/6/2025) pagi.

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas belum tertatanya tata kelola limbah domestik dan sanitasi di wilayah Karawang.

Sekitar 30 orang peserta aksi yang berasal dari berbagai kecamatan seperti Telukjambe, Klari, dan Karawang Barat, mulai berkumpul pukul 09.30 WIB dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Aspirasi Kami Bukan Kotoran’ dan ‘Asosiasi Sedot WC Karawang Menuntut Perlindungan dan Kepastian Usaha’.Aksi ini dipimpin koordinator lapangan Haerudin.

Dalam orasinya, massa menuntut adanya solusi konkret terkait ketiadaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Karawang dan mendesak pelibatan pelaku sedot WC dalam penyusunan kebijakan, termasuk Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi dan sanitasi.

Berita Lainnya  Sahroni Kritik Hotman Paris : "Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden"

Selain itu, mereka juga menyampaikan keresahan atas tidak adanya kepastian lokasi pembuangan yang sah dan terjangkau.

“Kami hanya punya dua tuntutan, tunjukkan tempat pembuangan lumpur tinja yang legal, dan libatkan kami dalam penyusunan Perda. Jangan sampai kami dianggap pencemar lingkungan hanya karena pemerintah tidak menyediakan fasilitas,” tegas Haerudin.

Massa juga menyampaikan bahwa surat permohonan audiensi telah dikirimkan ke DPRD sejak 16 Mei 2025, namun belum mendapat tanggapan yang jelas. Mereka menilai bahwa selama ini kebijakan dibuat tanpa melibatkan pelaku usaha yang paling terdampak.

Sekira pukul 09.55 WIB, perwakilan massa diterima oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Karawang, H. Erick Heryawan Kusumah,S.E., untuk melakukan dialog di ruang Komisi III.

Berita Lainnya  Jawa Barat Berubah Nama Jadi Tatar Sunda, Dede Yusuf Khawatir Justru akan Terjadi Gesekan Antar Kelompok Budaya

Dalam audiensi tersebut, sejumlah pelaku usaha menyampaikan permasalahan mereka secara langsung.

Danu, salah satu pelaku usaha, mengingatkan DPRD agar tidak lambat merespons persoalan ini.

“Kami tidak ingin Karawang bernasib seperti daerah lain seperti Bekasi atau Purwakarta, dimana biaya distribusi limbah sangat tinggi karena tidak ada komunikasi antara pemerintah dan pelaku lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku usaha lainya, Septian mengungkapkan bahwa upaya mencari solusi ke luar daerah seperti Bantargebang dan Mustikawati di Bekasi telah dilakukan, namun tidak berhasil karena rumitnya proses izin dan jauhnya lokasi.

“Kami ini ibarat pasukan yang membersihkan pintu neraka. Tapi justru dianggap beban. Kami hanya ingin kepastian dan pengakuan,” katanya dengan nada emosional.

Menanggapi aspirasi tersebut, H. Erick menyampaikan bahwa DPRD sangat memahami keresahan para pelaku usaha sedot WC.

Berita Lainnya  Disidak Komisi III, PT. SAI Akui Kepengurusan Amdal yang Belum 'Beres'

Ia berkomitmen untuk memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) dalam waktu dekat, dengan menghadirkan dinas-dinas teknis seperti PRKP, DLHK, PUPR, dan Dinas Kesehatan.

“Aspirasi kalian ini bukan sekadar bisnis, tapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Komisi III siap memulai formulasi kebijakan berbasis partisipasi publik. Kita akan dorong adanya Perda baru yang bisa mengatur tata kelola limbah secara adil, partisipatif, dan berpihak pada pelaku lokal,” ujar Erick.

Ia menambahkan, RDP akan dijadwalkan setelah Banmus DPRD menyusun agenda kerja sebulan ke depan. Erick juga menyebutkan bahwa pihaknya akan mengundang unsur akademisi seperti dari UNSIKA atau UBP untuk menyusun kebijakan yang legal dan implementatif.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan