Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Dituding Maling, Anak Disabilitas Purwakarta Dihakimi Massa di Karawang

KARAWANG – Anak disabilitas yatim piatu berusia 15 tahun asal Purwakarta, Jawa Barat dihakimi massa hingga koma lantaran diduga mencuri.

Kejadian tersebut terjadi di Dusun Ondang 1 RT 006, RW 003, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan pada Selasa, (4/11) malam.

Diketahui anak tersebut masuk IGD RSUD Karawang pukul 04.00 dini hari pada Rabu, (5/11) dengan kondisi luka berat terutama bagian kepala.

Pekerja Sosial Ahli Pertama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Asep Riyadi menyayangkan sikap warga yang menghakimi seorang anak hingga kondisinya kritis dan koma di Rumah Sakit.

“Terlepas dari dia maling atau enggak, dia itu seorang anak disabilitas mental. Kenapa harus dihakimi sampai separah itu?,” katanya Kamis, 6 November 2025.

Berita Lainnya  Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Asep mendapatkan kabar tersebut dari pihak RS pada Rabu, 5 November 2025. “Kemaren Rabu kita dapet laporan dari RSUD. Keterangannya ada Mr. X yang kritis, pas saya lihat orangnya ternyata saya kenal,” ungkapnya.

Anak tersebut, lanjut Asep, ia temui tahun lalu berjalan tanpa busana di Pasar Cikampek. Saat itu pihaknya langsung melakukan evakuasi dan membawa anak tersebut ke Rumah Singgah.

“Waktu itu kita mandiin, kita evakuasi di rumah singgah, terus kita anterin ke Purwakarta,” terangnya.

Berita Lainnya  Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Diterangkan Asep, anak tersebut tidak memiliki orang tua (yatim piatu), dan diurus oleh ibu dan kakak asuh yang sukarela merawat.

“Sering bulak balik ke Karawang, terakhir di Rawamerta. Terus dijemput sama tetehnya. Di Purwakarta juga dia sekolah di SLB,” terangnya.

Karena itu pihaknya menyayangkan tindakan penghakiman yang dilakukan oleh warga. Ia berharap, ada i’tikad baik dari pelaku maupun aparat desa untuk bertanggungjawab.

“Harus ada yang bertanggungjawab, ini gabisa pake BPJS. Mana ini orang Purwakarta, saya sebagai pekerja sosial sangat kenal anak tersebut, dia disabilitas mental, tapi gak galak. Memangnya dia maling apa?,” ujarnya.

Berita Lainnya  Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Ia juga berharap, polisi menindaklanjuti kejadian kekerasan ini. “Saya juga pengen ngobrol sama polisi, apakah polisi mengantongi identitas. Apakah karena dia dianggap anak terlantar kasus ini dianggap selesai? Kalau ini masih berlanjut kasusnya, harusnya polisi ada konfirmasi ke kami, tapi sampe sekarang belum ada,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi anak bersangkutan masih koma ditemani oleh keluarga angkatnya. (*)

Sumber : TVBerita.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Temukan Ribuan Lahan Sawah di Bekasi Kekeringan, Menteri PU Ancam Copot Pejabat yang Beri Laporan Palsu

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo marah dan mengancam mencopot pejabat Kementerian PU, termasuk meminta Pelaksana Tugas (Plt) untuk Kepala Balai atau Pejabat Pembuat...

MBG Dibawa Pulang ke Rumah, Orang Tua hingga Nenenk Ikut Keracunan

Kasus keracunan masal MBG di wilayah Kecamatan Bawang menyibakan sebuah fenomena dimana ternyata MBG tidak hanya dimakan oleh siswa penerima MBG. Ada cukup banyak...

Polisi Telusuri Insiden Pemotor Dipukuli dan Diacungkan Celurit di Purwakarta

Peristiwa pemukulan pengendara motor (pemotor) yang viral di wilayah Campaka arah Cimaung, Kabupaten Purwakarta, saat ini sedang dalam penelusuran dan penyelidikan intensif oleh Satreskrim...

Aksinya Terekam CCTV, Pria Berbaju Loreng Gasak HP Karyawan SPBU

Aksi dugaan pencurian telepon genggam (HP) oleh seorang pria berpakaian kaos dan celana loreng terekam kamera CCTV di salah satu SPBU di Kabupaten Barru,...

Pasca Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan Kalapas dan Empat Pejabat Struktural Lapas Cibinong

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto beserta empat pejabat struktural lainnya pada Sabtu (26/9/2026). Penonaktifan...

Hukum

Pasca Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan Kalapas dan Empat Pejabat Struktural Lapas Cibinong

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto beserta empat pejabat struktural lainnya pada Sabtu (26/9/2026). Penonaktifan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan