Selasa, September 15, 2026
spot_img

Demo Tolak Revisi UU TNI, Mahasiswa Jebol Pagar DPRD Karawang

Pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) melahirkan keresahan dan kekhawatiran akan kembalinya era orde baru. Sehingga membuat ratusan mahasiswa se-Kabupaten Karawang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Karawang pada Jum’at, 21 Maret 2025.

Setelah RUU TNI ini disahkan melalui rapat paripurna DPR RI, narasi dwifungsi kembali mencuat. Sehingga para demonstran menuntut, TNI tak pernah menduduki jabatan sipil di Kabinet Merah Putih.

Koordinator aksi masa, Ahmad Gani menyampaikan, selain menyuarakan isu RUU TNI. Ia bersama demonstran yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Reformasi juga menyorot mengakarnya kasus korupsi di Indonesia, serta aksi masa yang terluka di Jakarta.

Berita Lainnya  GRIB Jaya Akui Hercules Ada di Lokasi, Tapi Bantah Terlibat Kerusuhan

“Ada beberapa isu yang krusial. Pertama RUU TNI, kemudian akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan mega korupsi oleh BUMN. Korupsi adalah musuh negara, di negara manapun itu. Ketiga, kami menuntut untuk perhatikan aksi masa, kami dapat kabar kemarin aksi masa dapat kriminalisasi,” ungkapnya dihadapan Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, dilansir AyoKarawang.

Aksi masa lainnya, Iqbal menegaskan, saat ini pemerintah sangat mengecewakan rakyat Indonesia. Bahkan, kebijakan-kebijakan yang dibuat DPR dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Berita Lainnya  Driver GOKAR Dapat Kemudahan KPR, Founder Langsung Diminta Siapkan MOU dengan BTN Karawang

“Rakyat Indonesia baru saja dikecewakan oleh DPR, kita ketahui calon dewan setiap menjelang pemilu datang ke kita minta suara. Namun sekarang, yang diaspirasikan bukan suara rakyat, melainkan suara oligarki,” tegasnya.

“Yang menjadi perhatian publik adalah pengembalian dwifungsi ABRI dimana TNI bisa menjabat di pemerintahan sipil. Sistem kepemimpinan TNI itu instruksional, ini tidak selaras dengan kepemimpinan sipil, tidak selaras dengan demokrasi. Ketika TNI mencoba masuk, itu akan melukai demokrasi Indonesia,” tuturnya.

Berita Lainnya  Sempat Ricuh, Massa Aksi Lempari Anggota Satpol PP dengan Botol Air Mineral

Berdasarkan pantauan, para demonstran datang ke halaman kantor DPRD Karawang usai rapat paripurna. Aksi masa menggeruduk DPRD hingga merobohkan 2 pagar. Hingga detik ini, para demonstran sedang berdialog dan berhadapan langsung dengan Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin di Gedung DPRD Kabupaten Karawang.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan