Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Demo Tolak Revisi UU TNI, Mahasiswa Jebol Pagar DPRD Karawang

Pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) melahirkan keresahan dan kekhawatiran akan kembalinya era orde baru. Sehingga membuat ratusan mahasiswa se-Kabupaten Karawang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Karawang pada Jum’at, 21 Maret 2025.

Setelah RUU TNI ini disahkan melalui rapat paripurna DPR RI, narasi dwifungsi kembali mencuat. Sehingga para demonstran menuntut, TNI tak pernah menduduki jabatan sipil di Kabinet Merah Putih.

Koordinator aksi masa, Ahmad Gani menyampaikan, selain menyuarakan isu RUU TNI. Ia bersama demonstran yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Reformasi juga menyorot mengakarnya kasus korupsi di Indonesia, serta aksi masa yang terluka di Jakarta.

Berita Lainnya  Driver GOKAR Dapat Kemudahan KPR, Founder Langsung Diminta Siapkan MOU dengan BTN Karawang

“Ada beberapa isu yang krusial. Pertama RUU TNI, kemudian akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan mega korupsi oleh BUMN. Korupsi adalah musuh negara, di negara manapun itu. Ketiga, kami menuntut untuk perhatikan aksi masa, kami dapat kabar kemarin aksi masa dapat kriminalisasi,” ungkapnya dihadapan Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, dilansir AyoKarawang.

Aksi masa lainnya, Iqbal menegaskan, saat ini pemerintah sangat mengecewakan rakyat Indonesia. Bahkan, kebijakan-kebijakan yang dibuat DPR dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

“Rakyat Indonesia baru saja dikecewakan oleh DPR, kita ketahui calon dewan setiap menjelang pemilu datang ke kita minta suara. Namun sekarang, yang diaspirasikan bukan suara rakyat, melainkan suara oligarki,” tegasnya.

“Yang menjadi perhatian publik adalah pengembalian dwifungsi ABRI dimana TNI bisa menjabat di pemerintahan sipil. Sistem kepemimpinan TNI itu instruksional, ini tidak selaras dengan kepemimpinan sipil, tidak selaras dengan demokrasi. Ketika TNI mencoba masuk, itu akan melukai demokrasi Indonesia,” tuturnya.

Berita Lainnya  Warga dan LSM Laskar NKRI Kepung PT. Summit Adyawinsa Indonesia

Berdasarkan pantauan, para demonstran datang ke halaman kantor DPRD Karawang usai rapat paripurna. Aksi masa menggeruduk DPRD hingga merobohkan 2 pagar. Hingga detik ini, para demonstran sedang berdialog dan berhadapan langsung dengan Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin di Gedung DPRD Kabupaten Karawang.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan