KARAWANG – Kepala Bagian Kesra Karawang, Irlan Suarlan, menjelaskan bahwa hibah diberikan kepada lima lembaga keagamaan. Yaitu Majelis Buddhayana Indonesia Karawang, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Karawang, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS), dan Gereja Katolik Santo Marinus.
“Masing-masing lembaga menerima Rp200 juta, total anggarannya Rp1 miliar,” ujar Irlan, dilansir dari MediusNews.com, Senin (24/11/2025).
Selain hibah lembaga, Pemkab juga menyalurkan bantuan sosial untuk 200 guru agama. Setiap penerima mendapat Rp1.200.000, dengan total anggaran Rp240 juta.
Rinciannya, 46 guru agama Buddha, 51 Katolik, 61 Kristen, 15 Konghucu, dan 27 Hindu. “Bantuan ini sebagai dukungan Pemkab agar pembinaan umat berjalan lebih optimal,” kata Irlan.
Pemkab Karawang berharap penguatan lembaga keagamaan dan peran guru agama dapat memperkokoh kehidupan sosial dan kerukunan masyarakat.
Diketahui, penyerahan bantuan hibah dan bansos ini dilakukan langsung Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat kegiatan seminar kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP), di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang.
Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasinya atas partisipasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam pelaksanaan program-program Pemkab Karawang, terutama pada isu perlindungan perempuan yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
“Alhamdulillah, hari ini kita melihat betapa besar peran kita semua dibutuhkan masyarakat. Saya bersyukur Karawang memiliki sumber daya manusia yang melimpah,” kata Bupati.
“Karena itu, saya selalu mengingatkan bahwa bekerja sendiri akan membuat kita cepat lelah. Kita bukan superman, tetapi kita adalah super team,” ujar Bupati Aep lebih lanjut.
Ia juga berharap rangkaian Kampanye 16 HAKTP dapat menjadi momentum penting untuk mengajak lebih banyak pihak terlibat dalam menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh warga, khususnya perempuan dan anak.
“Mudah-mudahan keberagaman yang kita miliki menjadi kekuatan yang mempersatukan. Inilah bukti nyata bahwa bersama-sama kita dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dan menjawab berbagai tantangan yang ada,” tambahnya.***





