Minggu, Oktober 25, 2026
Google search engine

Darurat Fiskal, TPP ASN Bikin Krisis APBD Purwakarta

PURWAKARTA – Kalangan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Purwakarta melontarkan kritik keras terhadap kondisi keuangan daerah. Mereka menilai, anjloknya Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp300 miliar pada 2026 telah membawa APBD Purwakarta ke situasi yang disebut “darurat fiskal.”

Ketua PMII Purwakarta, Ali Akbar, menuding ambisi Pemkab dalam menggelontorkan anggaran untuk birokrasi menjadi pemicu krisis. Ia bahkan menyebut kondisi ini sebagai bentuk “kejahatan anggaran terselubung.”

“Penurunan TKD Rp300 miliar itu bukan lagi alarm, tapi sirine bencana. Jika Pemerintah Kabupaten tetap buta dan tuli, enggan merevisi Perbup Nomor 5 Tahun 2024 tentang TPP ASN, kami tegaskan, mereka telah menindas rakyat Purwakarta secara terang-terangan!” ujar Ali Akbar, Kamis (2/10).

Berita Lainnya  Ricuh Demo di Bandung, Massa Berpakaian Serba Hitam Serang Armada Polisi, 11 Personel Terluka

Ia mengungkapkan, data APBD Purwakarta menunjukkan belanja pegawai mencapai 41,3 persen dari total belanja daerah, sementara belanja modal hanya 5,3 persen. Menurutnya, angka ini menyalahi aturan dan jauh dari asas keadilan.

“Ini bukan ketimpangan, ini pengkhianatan terhadap Undang-Undang. UU HKPD jelas membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen. Purwakarta melanggar batas itu, dan ini menunjukkan prioritas biadab yang menempatkan kesejahteraan elit birokrasi di atas kebutuhan dasar rakyat miskin,” tegasnya.

Ali menilai kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN yang diatur Perbup Nomor 5 Tahun 2024 tidak lagi relevan dengan alasan peningkatan kinerja. Ia menyebut kebijakan itu justru sebagai bentuk penyanderaan APBD oleh segelintir aparatur.

Berita Lainnya  Tantang Hakim PN Soal Dugaan Pungli, Botok AMPB Lakukan 'Sumpah Pocong'

“Ketika dana triliunan rupiah disedot habis untuk gaji dan tunjangan, apa yang tersisa untuk jalan rusak, perbaikan pasar Jumat yang terbengkalai setelah kebakaran, pembangunan puskesmas, atau beasiswa pendidikan? Nol! Tidak ada! Uang rakyat habis mempertebal rekening ASN, sementara pelayanan publik compang-camping,” kritiknya.

PMII Purwakarta kemudian menyampaikan dua tuntutan. Pertama, revisi total Perbup Nomor 5 Tahun 2024 agar porsi belanja pegawai kembali rasional dan sesuai aturan.

Kedua, desakan kepada DPRD Purwakarta untuk bersikap tegas dengan menggunakan hak interpelasi maupun angket guna membuka detail penggunaan anggaran TPP.

Berita Lainnya  Geger Penemuan Benda Logam Misterius di Perkebunan Kelapa Sawit, Diduga Serpihan Roket Pembawa Satelit Milik China

“DPRD jangan jadi stempel eksekutif. Jika diam, mereka adalah bagian dari komplotan yang menggerogoti APBD,” tegas Ali.

Di akhir pernyataannya, Ali Akbar melontarkan ancaman aksi jika tuntutan mahasiswa tidak digubris.

“Peringatan kami jelas. Revisi TPP dan alihkan dana untuk rakyat! Jika Pemkab Purwakarta tetap ngeyel, PMII akan turun ke jalan, memobilisasi massa, dan menuntut pertanggungjawaban politik atas setiap rupiah APBD yang dibakar untuk birokrasi gemuk,” pungkasnya. (yat)

Artikel ini telah tayang di RadarKarawang.id : https://radarkarawang.id/tpp-asn-purwakarta-keruk-apbd/

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Prabowo : “Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan lebih baik tidak menjabat sebagai presiden, jika rakyat Indonesia terus hidup dalam kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat...

Ruko Gudang Makanan Ringan Terbakar, 1 Orang Tewas, Warga Malah Jarah Logistik

BENGKULU - Polresta Bengkulu langsung bergerak cepat mengamankan 12 warga yang diduga kuat melakukan penjarahan barang pascakebakaran maut. Aksi penjarahan logistik makanan ringan ini terjadi...

Kyai Kampung Demo Desak KPK Segera Tangkap Nusron Wahid

JAKARTA - Massa yang menamakan diri sebagai Kader dan Elemen KPK Nahdlatul Ulama (KPK NU) menggelar aksi unjuk rasa serta Istigasah Kubro di depan...

Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

PADANG - Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang telah menangkap seorang pemuda berinisial L (24 tahun) atau LN di kawasan Arai Pinang, Kecamatan Lubuk Begalung,...

Anggota TNI ini Meminta Maaf Sambil Menangis Setelah Pukul Kepsek Kiyai Kultural NU

LAMONGAN - Sebuah video memperlihatkan seorang Anggota TNI aktif/Babinsa Koramil Glagah, Serma Mamat Syaifudin (MS), sedang bersimpuh dan menangis sambil memeluk M. Munir Thowil...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan