Kamis, Juli 30, 2026
spot_img

Saat Publik Mengecam, HRD PT. FCC Indonesia Hingga Kadisnaker Malah Menghadap KDM

KARAWANG – Disaat mayoritas individu dan kelompok masyarakat intelektual Kota Pangkal Perjuangan mengecam pernyataan Manajer HRD PT. FCC Indonesia, Oktav Ardiansyah yang  dinilai merendahkan martabat ‘Urang Karawang’, oknum manajer HRD tersebut bersama Kades Wadas Telukjambe Timur H. Jujun Junaedi hingga Kadisnaker Karawang Rosmalia Dewi malah terpantau menghadap Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan – Subang.

Diketahui, pernyataan Oktav Ardiansyah yang menyatakan : ‘Aduh susah deh orang Karawang diajarinnya, orang Karawang gak pinter-pinter’, telah yang membuat gaduh dan memancing kemarahan warga Karawang.

Pernyataan yang dikecam ini bermula saat Kadisnaker Karawang meminta klarifikasi kepada Oktav Ardiansyah, mengenai kabar rekturmen tenaga kerja di PT. FCC Indonesia yang kedapatan malah lebih banyak mengambil tenaga kerja di luar Karawang. Sementara dari 100 lamaran kerja warga Desa Wadas, hanya diterima dua orang saja.

Berita Lainnya  Jadi 'Bulan-bulanan' Warga, Guru ASN ini Tega Serahkan Siswa Yatim ke Suaminya untuk Dicabuli

Meskipun Oktav sudah menyampaikan permohonan maaf dan klatifikasi, tetapi pernyataanya di video viral yang tersebar di berbagai media sosial tersebut telah dipolisikan LBH Bumi Proklamasi pada Kamis (24/7/2025) kemarin.

Ditengah polemik yang semakin memanas, Oktav beserta Kades Wadas dan Kadisnaker malah terpantau menghadap KDM di Lembur Pakuan. Sementara Oktav sendiri tidak hadir di Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Karawang pada Jumat (25/7/2025) kemarin.

Padahal sebelumnya, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh telah mengintruksikan Disnaker Karawang untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Bahkan Bupati Aep kembali menegaskan, jika rekturmen tenaga kerja perusahaan/industri di Karawang harus memprioritaskan warga lokal.

Sontak, sikap dan langkah yang dilakukan Oktav, Kades Wadas dan Kasidnaker ini kembali mengundang reaksi publik. Salah satunya pernyataan tegas dari Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Karawang-Purwakarta, Pipik Taufik Ismail.

Berita Lainnya  Soal Rumah Febrie di Sentul, Hotman Paris : "Sudah Dihibahkan ke Cucu dari Mertuanya"
Anggota DPRD Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail.

Kang Pipik (sapaan akrab) menyesalkan atas langkah-langkah yang dilakukan pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi. Seharusnya pihak-pihak terkait tersebut tidak langsung berkoordinasi dengan KDM. Melainkan membicarakannya terlebih dahulu dengan DPRD Karawang dan pemda yang dalam hal ini Bupati Karawang.

“Ada dokumentasinya nggak Kadisnaker, HRD dan Kades bertemu Bupati Karawang dulu sebelum ke Lembur Pakuan?. Emang harus semuanya diselesaikan Gubernur?. Kita kan punya Bupati, ada DPRD Karawang. Kenapa langsung bypass ke atas dan dipublikasikan seolah semua persoalannya sudah beres,” tutur Kang Pipik, dilansir dari jarakinfo.com, Sabtu (26/7/2025).

Kang Pipik mengaku sangat menyesalkan dengan cara penyelesaian masalah yang seolah-olah mengabaikan otoritas pemerintahan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten punya kapasitas untuk menyelesaikan persoalan, apalagi bila menyangkut hal-hal yang terjadi di wilayah Karawang.

Berita Lainnya  Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

“Saya sesalkan. Ini bukan cuma soal koordinasi, tapi soal etika birokrasi. Kadis kabupaten, kepala desa, harusnya berkoordinasi dulu dengan Bupati. Jangan karena kasusnya viral, semua langsung lari ke Gubernur,” tegas Kang Pipik.

Kang Pipik menilai cara penyelesaian persoalan tersebut (langsung menghadap KDM) berbahaya, karena bisa menciptakan preseden buruk bagi setiap kinerja pemerintahan daerah.

“Setiap ada masalah yang viral, pejabat langsung lompat ke pemerintah provinsi tanpa menghargai struktur pemerintahan daerah yang sah,”

“Kalau semua langsung dilempar ke Gubernur, buat apa ada Bupati, DPRD dan perangkat daerah lain?. Ini soal tanggung jawab dan penghargaan terhadap mekanisme yang ada,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Amankan Uang Rp 2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

JAKARTA - KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. KPK mengamankan barang bukti berupa uang Rp 2 miliar dalam OTT...

Iming-iming Kerja di Pemerintahan, Perawat ASN di Cianjur Diduga Lakukan Asusila Sesama Jenis

CIANJUR - Seorang perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN) berinisial FMH di Puskesmas Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diringkus polisi usai melakukan...

Jadi Tersangka Pengeroyokan, Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Diserahkan ke Kejaksaan Tanpa Diborgol

BEKASI - Penyidik Polres Metro Bekasi resmi menyerahkan anggota DPRD Kabupaten Bekasi asal PDI Perjuangan, Nyumarno, ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, pada Rabu (29/7/2026). Pelimpahan...

Siswa Pilot Berprestasi Karawang Jadi Tersangka Dugaan Penyelundupan 2 Buronan Internasional

KARAWANG - Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Vidi Eskafaris Gumilang di Perumahan Griya Permai, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Siswa pilot berprestasi asal Karawang...

Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Pendemo Tumpahkan Bangkai Ayam

PALANGKA RAYA - Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali melakasanakan aksi demonstrasi di PLN UP3 Palangka Raya, Rabu (29/7/2026). Aksi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan