Senin, Juli 27, 2026
spot_img

Terapkan Pendidikan Militer, DPRD Karawang Tekankan Pentingnya Komunikasi Lintas Sektoral

Komisi IV DPRD Karawang menilai jika pendidikan karakter berbasis militer yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merupakan niatan serta langkah baik Jawa Barat untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Tetapi persoalannya, pro kontra mengenai program ini ada di persepsi masyarakat yang belum mengetahui secara detail aturan dalam pelaksanaan programnya.

Namun demikian, Komisi IV DPRD Karawang meyakini jika program pendidikan militer ini orientasinya bukan hanya sekedar pembelajaran, melainkan pendidikan yang lebih mengarah kepada karakter serta moral siswa.

Berita Lainnya  Spanduk Satir ini Dituduhkan ke Siapa, Adakah Kaitannya dengan Oknum Anggota Dewan Partai Islam?

“Apalagi sekarang sudah ada kurikulum T5, pengajian di sekolah, solat duha berjamaah, semuanya kan dilakukan untuk membentuk moral peserta didik kita,” tutur Asep Syaripudin, Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, Jumat (2/5/2025).

Kembali soal kurikulum pendidikan militer, politisi Partai Golkar ini menekankan perlu adanya persamaan persepai antara pemerintah dengan masyarakat. Sehingga jangan sampai persepsi pendidikan militer untun siswa ini disamakan dengan pendidikan ala tentara yang sebenarnya.

Berita Lainnya  Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri 'Lampu Hijau'

“Konteksnya Kang Dedi Mulyadi kan mungkin seperti itu. Jadi tidak seseram apa yang dibayangkan pendidikan militer sebenarnya. Konteksnya kan moralitas dan pendidikan karakter siswa di Jawa Barat,” paparnya.

“Oleh karena itu kami merespon positif kalau program itu bisa dijalankan di Kabupaten Karawang,” timpalnya.

Tetapi yang harus menjadi catatan, perlu adanya sinkronisasi antar lintas sektoral, baik itu Dinas Pendidikan dan Satpol PP yang mewakili Pemkab Karawang, kemudian TNI-Polri yang menjadi sentralistik program pendidikan militer.

Berita Lainnya  Jawa Barat Berubah Nama Jadi Tatar Sunda, Dede Yusuf Khawatir Justru akan Terjadi Gesekan Antar Kelompok Budaya

“Jangan hanya bicara start di hulu, tapi bagaimana di hilirnya nanti. Kita sepakat itu dilaksakanan, apabila lintas sektoral sudah terkomunikasikan,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena...

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan