DOMPU – Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam jenis parang pada Selasa (3/11/2026) siang.
Akibat kejadian itu, Mafduh mengalami luka bacok pada bagian belakang kepalanya dan tengah menjalani proses perawatan intensif di RSUD Dompu setelah dievakuasi oleh guru dan warga sekitar.
Peristiwa itu terjadi ketika sekolah sedang ramai. Seluruh murid dan dewan guru berhamburan melihat kedatangan pelaku membawa parang di tangannya sambil berteriak-teriak mencari kepala sekolah.
“Kami semua ketakutan dan berlari tadi. Apalagi semua siswa itu mereka panik dan histeris,” ungkap salah seorang guru SDN 15 Woja, Fitri.
Fitri mengaku tidak mengetahui motif dari kejadian itu. Namun aksi penyerangan itu membuat warga sekolah trauma setelah melihat pelaku mengamuk dan mencari keberadaan kepala sekolah.
Setelah pelaku berhasil mengayunkan sajamnya ke arah Mahfud yang sedang mengajar di salah satu ruang kelas, dia bersama guru lain langsung mengevakuasi pimpinannya yang terluka itu menuju RSUD Dompu.
“Saya masih panik, trauma belum bisa ceritakan kronologinya. Saat ini kami sedang di polres,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, detikBali belum berhasil mengidentifikasi identitas pelaku. detikBali juga masih berusaha memperoleh informasi terkait motif di balik aksi penyerangan terhadap kepala sekolah ini.***
Artikel ini telah tayang di Detik.com

