KAPUAS HULU – Setelah videonya viral di media sosial, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra, menyampaikan permohonan maaf setelah menampar seorang warga bernama Iki Adi yang sedang menikmati kopi di kawasan Terminal, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat (30/10/2026).
AKBP Wisnu mengakui kekhilafan dan menyampaikan penyesalan secara langsung kepada korban di ruang kerjanya.
Keluarga korban menerima permintaan maaf tersebut melalui pendekatan kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah ini melalui mekanisme hukum adat Punan Uheng Kereho, dan Kapolres menyatakan siap mengikuti ketentuan adat yang berlaku.
Pertemuan damai ini turut disaksikan oleh Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro serta tokoh masyarakat dan perwakilan adat setempat.
Untuk diketahui, hukum adat Punan Uheng Kereho adalah aturan tidak tertulis, norma, dan tatanan tradisional yang dipegang teguh oleh Masyarakat Hukum Adat (MHA) Suku Dayak Punan Uheng Kereho di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, serta sebagian wilayah di Kalimantan Tengah.
Hukum adat ini mengatur tata kehidupan, hubungan antarwarga, pengelolaan hutan, serta sanksi bagi pihak yang melanggar aturan bersama di wilayah adat mereka.
Kronologis Kejadian
Peristiwa bermula saat petugas kepolisian sedang melaksanakan operasi lalu lintas di sekitar Terminal Kedamin. Kapolres melihat dua orang warga sedang duduk santai di sebuah warung kopi di area tersebut dan kemudian memberikan teguran atau mengajak berbicara.
Saat ditegur, korban (Iki Adi) sedang asyik menonton video di ponselnya sambil menggunakan earphone. Karena hal tersebut, korban tidak mendengar teguran dan tidak merespons ucapan Kapolres.
Melihat korban tidak merespons, Kapolres merasa korban kurang sopan dan dinilai “gila hormat” oleh sebagian netizen karena tersulut emosi.
Kapolres langsung mendatangi korban, masuk ke dalam warung kopi, lalu melakukan tindakan fisik berupa memukul bagian perut dan menampar mulut warga tersebut.
Aksi arogansi oknum aparat ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) dan suaranya terdengar cukup keras hingga viral di media sosial. (***Dari berbagai sumber)

