Ustaz Das’ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul “Islam Ala Prabowo” yang sempat memicu kontroversi di masyarakat.
Dalam salah satu tausiyahnya yang beredar, ia menyindir pihak di balik penerbitan buku tersebut dengan sebutan “penjilat luar biasa”.
Ustaz Das’ad menilai tindakan membuat buku semacam itu sebagai bentuk upaya cari muka atau penjelatan yang berlebihan kepada kekuasaan.
Dalam potongan ceramahnya, ia menyatakan kegeramannya terhadap fenomena tersebut. “Ada lagi namanya Islam ala Prabowo. Itu penjilat luar biasa itu…” ujarnya saat memberikan tausiyah untuk mengingatkan agar masyarakat atau pendukung tidak memelihara mental penjilat demi mendekati penguasa.
Kontroversi Buku “Islam Ala Prabowo”, buku ini menuai polemik besar karena diduga mencatut nama sejumlah tokoh agama besar tanpa izin.
Tokoh-tokoh seperti Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Gus Kautsar (KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar), hingga KH Said Aqil Siradj secara tegas membantah telah menulis atau memberikan izin pencantuman nama mereka di buku tersebut.
Akibat ramainya tudingan, MUI Pusat resmi mengklarifikasi bahwa buku tersebut bukan merupakan program atau produk resmi MUI.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga menegaskan bahwa tidak ada sepeser pun dana zakat umat yang digunakan untuk mendanai penerbitan buku tersebut.
Banyak pengamat politik dan tokoh agama menilai upaya branding religiusitas yang berlebihan dan dipaksakan seperti ini justru berpotensi menjadi bumerang bagi citra Presiden Prabowo Subianto sendiri.***

