Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Insiden penggerudukan tempat ibadah ini sempat viral di media sosial sebelum akhirnya dimediasi oleh pihak berwajib dan tokoh masyarakat setempat.

Sekelompok warga dan pemuda mendatangi rumah sewaan di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, yang difungsikan sebagai rumah ibadah jemaat GKPI pada Minggu, 20 September 2026.

Berita Lainnya  Kyai Kampung Demo Desak KPK Segera Tangkap Nusron Wahid

Aksi penghentian paksa dilakukan karena warga menilai lokasi tersebut belum memiliki izin resmi.

Di tengah aksi penolakan, salah satu pemuda setempat terekam membawa senjata tajam jenis parang atau golok sambil berteriak meminta ibadah dihentikan.

Merespons video viral tersebut, Polresta Tangerang bersama jajaran Muspika, Forum DM, perwakilan jemaat GKPI, serta tokoh agama langsung menggelar musyawarah dari siang hingga malam hari.

Melalui langkah persuasif, pemuda bersenjata tajam yang terlibat menunjukkan iktikad baik dengan meminta maaf secara terbuka. Kedua belah pihak menyepakati perdamaian, situasi lapangan kembali kondusif, dan tempat ibadah dipastikan dapat diakses kembali oleh jemaat.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan