Minggu, November 1, 2026
Google search engine

Sempat Memanas! 5 Calon Ketum PBNU Sepakat Pemilihan Melalui AHWA

JOMBANG – Penentuan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sempat memanas.

Perdebatan terjadi setelah muncul perbedaan pandangan di antara peserta muktamar terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Sebagian peserta menginginkan pemilihan dilakukan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sementara mekanisme pemungutan suara atau voting juga masih menjadi opsi yang dibahas.

Di tengah perdebatan tersebut, calon Ketua Umum PBNU Zulfa Musthafa menyatakan telah mencapai kesepakatan bersama sejumlah calon lainnya agar Ketua Umum PBNU dipilih melalui AHWA.

“Saya zulfa musthafa, gus kikin, gus yusuf, gus salam sepakat bahwa pemilihan ketua umum dipilih oleh Ahlul Hal wal Aqdi (Ahwa),” ucap Calon Ketua Umum PBNU Zulfa Musthafa.

Ia berharap calon ketua umum lainnya juga dapat menyepakati mekanisme tersebut.

Berita Lainnya  Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa TK hingga SD di Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit

“Saya juga berharap caketum yang lain bisa sepakat,” katanya.

Peserta Muktamar Sempat Panas

Perdebatan mengenai AHWA kemudian mendapat tanggapan dari peserta muktamar. Salah satu peserta dari PCNU Bangka Belitung mempertanyakan mekanisme tersebut meskipun mengakui AHWA diisi oleh orang-orang yang dinilai baik.

“AHWA memang orang baik tapi juga ada salahnya,” ucap peserta dari PCNU Bangka Belitung.

Situasi dalam persidangan pun sempat memanas karena belum tercapai kesepakatan mengenai apakah Ketua Umum PBNU akan dipilih oleh AHWA atau melalui mekanisme pemungutan suara oleh muktamirin.

Perdebatan tersebut akhirnya membuat sidang diskors untuk kemudian dilanjutkan pada pukul 19.00 WIB.

“Pembahasan voting nanti dibahas pukul 19.00. Sidang kita skors,” Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar NU ke-35, Prof Dr Ir H Mohammad Nuh.

Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU

Berita Lainnya  Barrier Gate di Mapolresta Karawang Disorot, Hanya Kendaraan Polisi yang Boleh Masuk, Masyarakat Diarahkan Parkir Berbayar

Sebelumnya, terdapat dua mekanisme yang menjadi pilihan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU. Hal tersebut disampaikan Sekretaris SC Muktamar ke-35 NU, M Nuh.

“Ada dua opsi,” kata M Nuh, Sabtu (29/8/2026).

Opsi pertama adalah mekanisme pemilihan yang selama ini diterapkan dalam Muktamar NU. Dalam mekanisme tersebut, bakal calon Ketua Umum PBNU diusulkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Kandidat yang memperoleh dukungan sedikitnya 99 suara kemudian harus mendapatkan persetujuan atau restu dari Rais Aam terpilih sebelum namanya dikembalikan kepada seluruh muktamirin untuk dipilih melalui voting.

“Yang sudah berlangsung, dipilih setelah diusulkan oleh PC, PW, PCINU, diambil suara minimal 99, habis itu mendapatkan restu dari Rais Aam terpilih, habis itu dikembalikan lagi ke muktamirin untuk divoting,” papar Nuh.

Berita Lainnya  Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik - Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

Sementara itu, opsi kedua muncul dari usulan yang sebelumnya dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Dalam skema tersebut, pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan oleh AHWA dengan tetap mempertimbangkan persetujuan Rais Aam terpilih.

“Tapi di Munas-Konbes kemarin ada usulan yang lain. Yang memilih itu adalah Ahwa. Tentu setelah mendapatkan pertimbangan atau persetujuan dari Rais Aam. Ini masih dibahas,” kata M Nuh.

Dengan adanya dua pilihan tersebut, keputusan akhir mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU masih harus melalui pembahasan dalam forum Muktamar ke-35 NU. Perdebatan yang sempat memanas menunjukkan bahwa mekanisme pemilihan menjadi salah satu isu krusial dalam muktamar kali ini.***

Sumber : aktual.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf, Sebut akan Selidiki ‘Mahasiswa Gadungan’

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf soal polemik 'Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026' yang digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polda Metro...

PNS di Bandung Meninggal Dunia, Setelah Pergoki Pencurian Ayam Bangkok

BANDUNG - Seorang warga berinisial DYZ (64 tahun) yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggal dunia, setelah memergoki pencurian ayam bangkok di kediamannya...

Warga Lagi Asik Ngopi Tiba-tiba Ditampar, Kapolres Kapuas Hulu Sampaikan Permohonan Maaf

KAPUAS HULU - Setelah videonya viral di media sosial, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra, menyampaikan permohonan maaf setelah menampar seorang warga bernama...

Mendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemerintah Daerah yang Dukung Program MBG

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan bahwa pemerintah menyiapkan insentif fiskal total senilai Rp1 triliun bagi pemerintah daerah yang berhasil mendukung...

Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh…! Ternyata Mahasiswa Bayaran

JAKARTA - Sosok pria viral bernama asli Bayu Setiadi, yang sebelumnya mengaku sebagai mahasiswa Universitas Dian Nusantara (Undira), akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Pria yang sebelumnya...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan