Rabu, Oktober 7, 2026
Google search engine

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

JAKARTA – Rencana massa mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa mencapai titik tujuan. Setelah tertahan barikade kepolisian di depan Gedung UOB, massa dari sejumlah kampus akhirnya menarik barisan dan membubarkan diri.

Massa BEM Universitas Indonesia (UI) lebih dulu meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.07 WIB. Sementara massa dari Universitas Pancasila (UP) menyusul menarik barisan sekitar pukul 18.34 WIB.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi sempat menyanyikan lagu Tanah Airku bersama-sama sebagai bentuk penghormatan kepada Indonesia.

Berita Lainnya  Tak Tercatat di SIMAK BMN, KPK Telusuri Sumber Dana 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Haernanda mengatakan polisi tetap melarang massa bergerak menuju Bundaran HI. Menurutnya, alasan yang disampaikan kepolisian berkaitan dengan kekhawatiran aksi mengganggu ketertiban umum.

“Karena katanya kita menghancurkan ketertiban umum,” kata Hafidz kepada Suara.com pada Selasa, (18/8/2026).

Meski gagal mencapai Bundaran HI, Hafidz memastikan aksi tersebut bukan yang terakhir. BEM UI akan melakukan konsolidasi untuk menyiapkan aksi lanjutan.

“Ini bukan yang terakhir kali kita ke sini. Kita akan terus ke sini sampai tembus,” katanya.

Berita Lainnya  Ghazali Center Soroti Tumpang Tindih Ratusan Hektar Lahan KIIC dengan Kawasan Hutan

Sebelumnya, ratusan mahasiswa UI bersama sejumlah elemen mahasiswa berencana menggelar aksi di kawasan Bundaran HI. Aksi tersebut digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Massa membawa delapan tuntutan, mulai dari penghentian Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, hingga evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Mereka juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menolak pemusatan kekuasaan serta pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).

Berita Lainnya  Heboh 'Mata Air Keramat' di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.

Tuntutan terakhir berkaitan dengan ruang sipil. Mahasiswa meminta penghentian tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta pembubaran YON TP.***

Sumber : Suara.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Wapres Gibran : “Kalau Saya Gak Lulus SMA, Gak Mungkin Saya Bisa Kuliah”

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa tidak mungkin dirinya bisa melanjutkan kuliah hingga tingkat sarjana (S1) jika tidak lulus sekolah menengah atas (SMA). Pernyataan...

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

Memilukan! Pembunuhan Sekeluarga di Lampung, Anak Korban Ijab Kabul Pernikahan di Samping Jenazah Kedua Orang Tua dan Adiknya

Seorang anak korban pembunuhan satu keluarga di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, melangsungkan prosesi ijab kabul pernikahan di hadapan...

Disaksikan Presiden Prabowo, Kejagung Serahkan Rp13,2 Triliun Hasil Penyelamatan Keuangan Negara

Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan uang hasil penyelamatan keuangan negara sebesar Rp13,2 triliun (secara rinci Rp13.241.335.681.910,13) yang...

Justin Hubner Balasan Cibiran Rival Negara Tetangga : “We Are The Real King”

Selain merayakan kemenangan atas Timnas Thailand di lapangan, bek tengah (center-beck) Timnas Indonesia, Justin Hubner yang dikenal berani dan gemar melakukan psywar juga memanfaatkan...

Hukum

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan