SUKABUMI – Sebuah rumah panggung sederhana yang dihuni satu keluarga di Sukabumi, Jawa Barat, rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.
Tiga anak yang tengah terlelap di dalam satu kamar tewas akibat terjebak kobaran api yang membesar dengan cepat.
Kebakaran rumah itu terjadi Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (23/7) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Mereka yang menjadi korban tewas adalah Aljenar Malik Saputro yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Saka Asadek yang merupakan siswa PAUD, dan Shakila Almahira Quenza yang masih balita.
Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar, menjelaskan peristiwa bermula dari pemadaman aliran listrik yang melanda wilayah tersebut sejak pukul 18.00 WIB. Dalam kondisi gelap gulita, Aljenar sempat menyalakan lilin di ruang tamu sebagai penerangan darurat sebelum akhirnya beranjak tidur.
“Tadi kejadian kurang lebih pukul 19.30, di mana kronologi anak pertama menyalakan lilin di ruang tamu karena kondisi lagi mati lampu. Nah, setelah menyalakan lilin, kemudian tidur dan terjadilah kebakaran,” ungkap Fajar kepada detikJabar di lokasi kejadian.
Fajar mengungkapkan bahwa korban merupakan saudara kandung yang selama ini tinggal bersama neneknya, Nia Kurniasih (59), di wilayah Wangunreja, Nyalindung. Ketiganya ditemukan meninggal dunia dalam satu ruangan setelah sempat tertimbun material kayu bangunan yang terbakar.
“Betul tadi jadi semuanya itu tidur di satu kamar. (Terkunci atau tidak?) itu masih kita dalami karena kita sementara ini fokus ke penanganan korban. Luka bakar yang dialami korban hampir 100 persen ya malah ada beberapa bagian organ tubuh yang hilang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, yang berada di lokasi setelah sebelumnya berjibaku memadamkan kebakaran lahan di tempat terpisah, menyebutkan bahwa material rumah panggung yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menjalar. Tiupan angin malam yang kencang kian memperparah situasi hingga membuat warga sekitar kewalahan.
“Rumahnya itu panggung ya, jadi gampang terbakar. Itu mungkin angin menghembus gede, sehingga ya mungkin tidak tertolong istilahnya. Anak-anak yang tiga itu lagi tidur makanya nggak ketolong karena luar biasa itu kebakaran,” tutur Ganda.
Nenek korban yang berada di dalam rumah sempat berupaya memadamkan api dan meminta pertolongan warga sekitar dalam kondisi panik. Namun, besarnya kobaran api serta cepatnya bangunan runtuh membuat upaya penyelamatan terhadap ketiga anak tersebut tidak membuahkan hasil.
Tim gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat melokalisasi api agar tidak merembet ke permukiman warga lainnya. Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Saat ini, garis polisi telah terbentang di sekeliling puing-puing bangunan yang hangus terbakar. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi untuk disalatkan dan langsung dimakamkan malam ini di tempat pemakaman umum setempat, sementara pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut insiden maut ini.***










