Sabtu, Juli 25, 2026
spot_img

Kebakaran Rumah Panggung di Sukabumi Akibat Lilin Saat Mati Lampu, 3 Anak Tewas

SUKABUMI – Sebuah rumah panggung sederhana yang dihuni satu keluarga di Sukabumi, Jawa Barat, rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Tiga anak yang tengah terlelap di dalam satu kamar tewas akibat terjebak kobaran api yang membesar dengan cepat.

Kebakaran rumah itu terjadi Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (23/7) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Mereka yang menjadi korban tewas adalah Aljenar Malik Saputro yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Saka Asadek yang merupakan siswa PAUD, dan Shakila Almahira Quenza yang masih balita.

Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar, menjelaskan peristiwa bermula dari pemadaman aliran listrik yang melanda wilayah tersebut sejak pukul 18.00 WIB. Dalam kondisi gelap gulita, Aljenar sempat menyalakan lilin di ruang tamu sebagai penerangan darurat sebelum akhirnya beranjak tidur.

Berita Lainnya  Spektakuler! Survei LSI Sebut Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja KDM Tembus 95,4%

“Tadi kejadian kurang lebih pukul 19.30, di mana kronologi anak pertama menyalakan lilin di ruang tamu karena kondisi lagi mati lampu. Nah, setelah menyalakan lilin, kemudian tidur dan terjadilah kebakaran,” ungkap Fajar kepada detikJabar di lokasi kejadian.

Fajar mengungkapkan bahwa korban merupakan saudara kandung yang selama ini tinggal bersama neneknya, Nia Kurniasih (59), di wilayah Wangunreja, Nyalindung. Ketiganya ditemukan meninggal dunia dalam satu ruangan setelah sempat tertimbun material kayu bangunan yang terbakar.

“Betul tadi jadi semuanya itu tidur di satu kamar. (Terkunci atau tidak?) itu masih kita dalami karena kita sementara ini fokus ke penanganan korban. Luka bakar yang dialami korban hampir 100 persen ya malah ada beberapa bagian organ tubuh yang hilang,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Warga Waduk Jatiluhur Purwakarta Geger Penemuan Jasad Satpam Mengambang dengan Tangan Terborgol

Sementara itu, Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, yang berada di lokasi setelah sebelumnya berjibaku memadamkan kebakaran lahan di tempat terpisah, menyebutkan bahwa material rumah panggung yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menjalar. Tiupan angin malam yang kencang kian memperparah situasi hingga membuat warga sekitar kewalahan.

“Rumahnya itu panggung ya, jadi gampang terbakar. Itu mungkin angin menghembus gede, sehingga ya mungkin tidak tertolong istilahnya. Anak-anak yang tiga itu lagi tidur makanya nggak ketolong karena luar biasa itu kebakaran,” tutur Ganda.

Nenek korban yang berada di dalam rumah sempat berupaya memadamkan api dan meminta pertolongan warga sekitar dalam kondisi panik. Namun, besarnya kobaran api serta cepatnya bangunan runtuh membuat upaya penyelamatan terhadap ketiga anak tersebut tidak membuahkan hasil.

Berita Lainnya  Ade Kunang Akui Terima Rp8,5 Miliar dari Sarjan, 'Katanya' Duit Pinjaman Pribadi, Bukan Gratifikasi

Tim gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat melokalisasi api agar tidak merembet ke permukiman warga lainnya. Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Saat ini, garis polisi telah terbentang di sekeliling puing-puing bangunan yang hangus terbakar. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi untuk disalatkan dan langsung dimakamkan malam ini di tempat pemakaman umum setempat, sementara pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut insiden maut ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Resmi Ditahan, Febrie: “Saya Merasa ini Kriminalisasi”

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan maraton oleh Tim 9 Kejaksaan Agung,...

Massa Pendemo Lempar Tikus ke Gedung Kejagung

JAKARTA - Massa demo di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan (Jaksel), melakukan aksi lempar tikus pada Jumat (24/7). Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk...

Ketua DPRD Lebak Diduga Suruh Orang Culik dan Aniaya Aktivis yang Mengkritiknya

LEBAK - Diduga karena mengkritik, seorang aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lebak, Banten, bernama Fuk Tjhong alias Uun diduga diculik dan dianiaya. Polisi...

Kriminolog Ingatkan Dedi Mulyadi Soal Sayembara Buru Begal : ‘Jangan Sampai Jadi Negara Preman’

BANDUNG - Pengamat Kriminolog dari Universitas Islam Bandung, Prof Nandang Sambas menanggapi terkait sayembara yang diumumkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengenai masyarakat akan...

Hotman Paris Mundur, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Mangkir dari Panggilan Kejagung

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (FA) tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi dalam penyidikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan