Minggu, November 8, 2026
Google search engine

5 Peserta Sudah Meninggal, TB Hasanudin : Hentikan Pelatihan Manajemen Koperasi Lewat Pendekatan Militer

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta agar pendidikan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dilanjutkan tanpa ada materi latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P itu mengakui pelatihan manajemen koperasi tetap dibutuhkan. Namun, pendekatan militer yang telah menimbulkan korban jiwa perlu dihentikan.

“Pelatihan manajemen koperasi harus tetap berjalan karena sangat dibutuhkan. Namun latihan dasar kemiliteran yang justru merenggut nyawa peserta sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan metode pembinaan yang lebih relevan dengan tugas mereka,” ujar TB Hasanuddin, Sabtu (27/6/2026).

Usulan tersebut disampaikan TB Hasanuddin setelah Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali mengumumkan adanya satu calon manajer KDMP wafat saat mengikuti Latsarmil pada Sabtu pagi ini.

Dia mengingatkan, pelatihan yang telah menelan lima korban jiwa ini harus menjadi momentum perbaikan desain pendidikan bagi calon manajer koperasi bentukan negara.

“Sehingga tujuan membangun sumber daya manusia unggul dapat tercapai tanpa mengorbankan keselamatan para peserta,” jelas TB Hasanuddin.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Bentuk Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

Menurut TB Hasanuddin, tugas utama para calon manajer koperasi adalah mengelola dan mengembangkan usaha secara profesional. Mereka juga harus mampu memperkuat tata kelola koperasi dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Karena itu, materi pelatihan seharusnya lebih berfokus pada kompetensi manajerial, kepemimpinan, kewirausahaan, akuntansi, serta pengelolaan koperasi, bukan latihan fisik bergaya militer yang berisiko tinggi,” pungkas TB Hasanuddin.

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal

Diberitakan sebelumnya, Kemenhan mengungkapkan sudah ada lima orang calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar militer (latsarmil) hingga Sabtu (27/6/2026).

“Atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKMP KNMP 2026 yang sedang mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial,” kata Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia di kantor Kemenhan, Jakarta Sabtu siang.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Bentuk Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

Ketut menjelaskan, calon manajer kelima Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia adalah Nola Dya Sari yang mengikuti latsarmil di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan.

Dia menyebutkan, pada Jumat (26/6/2026) kemarin, Nola masih mengikuti pembelajaran terkait teknik perkebunan di ruang kelas. Namun, pada Jumat petang pukul 18.45 WIB, Nola mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas.

“Tim kesehatan satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang,” kata Ketut.

Ketut menuturkan, Nola tiba di Instalasi Gawat Darurat RS Singkawang pada Jumat malam pukul 19.20 WIB dan langsung mendapatkan perawatan medis.

Setelah itu, Nola dirujuk ke Rumah Sakit Uum Daerah Abdul Azis Singkawang untuk mendapatkan penanganan lebih komprehensif. Begitu tiba di RSUD Abdul Azis pada pukul 20.20 WIB, Nola juga langsung mendapatkan penanganan lanjutan oleh tim medis.

“Dalam proses penanganan terjadi henti jantung sehingga dilakukan resisutasi jantung,” kata Ketut.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Bentuk Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

“Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia,” imbuh dia.

Ketut menyebutkan, sebelum mengikuti latsarmil, Nola telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi ketentuan yang berlaku dengan catatan kelebihan berat badan.

“Saat ini hasil evaluasi medis terus didalami untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait kondisi yang dialami,” kata dia.

Sebelum Nola, sudah ada empat calon manajer Kopdes Merah Putih yang dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil.

Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang wafat akibat cardiac arrest, Anisa Muyassaroh karena heat stroke, Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi tuberkulosis (TB), dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.***

Sumber : Kompas (source di bawah)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceKompas

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan