Jumat, September 25, 2026
Google search engine

AKBP Adri Desas Furyanto Jatuh Didorong Pendemo, Bukan karena Akting

JAKARTA – Masih ingatkan dengan peristiwa seorang anggota kepolisian yang mengaku telah mengalami patah kaki, karena didorong pendemo saat mengamankan jalannya aksi demonstrasi massa Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di depan DPR RI, pada Senin (22/6/2026) lalu.

Bermunculan postingan narasi di media sosial bahwa apa yang dialami Kepala Bagian Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto tersebut bukan karena didorong pendemo. Melainkan karena jatuh sendiri. Bahkan sebagian netizen mencurigai bahwa insiden tersebut hanya sekedar akting.

Berita Lainnya  Heboh 'Mata Air Keramat' di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Menyikapi isu ini, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri memastikan bahwa AKBP Adri Desas Furyanto benar-benar jatuh karena didorong pendemo, bukan karena sedang melakukan akting.

Dijelaskannya, saat itu AKBP Adri sedang membantu memadamkan api yang sudah membara di depan gerbang utama DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Adri juga tampak meraih sebilah kayu di dekat kobaran api agar tidak ikut terbakar. Ia pun mengayun-ayunkan kayu itu agar massa tidak mendekati api.

Namun, tiba-tiba seorang pria berkaos putih maju menabrak Adri hingga ia tersungkur. Setelahnya polisi memadamkan bara api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang membuat lokasi demo dipenuhi asap putih.

Berita Lainnya  2 Bocah Kakak-Adik Meninggal Dunia Setelah Kamar Rumah Kebakaran, Benarkah karena Ledakan Charger Handphone?

Ia pun memastikan AKBP Adri benar-benar terjatuh dan bukan melakukan akting sebagaimana komentar warganet pada video yang beredar di media sosial.

“Benar-benar terjatuh dan ada sebabnya. Didorong yang pakai baju putih,” tutur Erlyn, dilansir dari Kompas.

Erlyn juga menyampaikan bahwa Adri terjatuh dua kali. Pertama, saat setelah didorong pria berkaos putih. Kemudian kedua, saat Adri hendak menasihati massa PMII.

“Betul kalau jatuh dua kali. Yang pertama karena beliau didorong terjatuh tumpuan kaki kanan. Kalau dilihat dari videonya, jatuh yang kedua beliau jatuh karena sudah merasakan sakit di kakinya,” kata dia.

Berita Lainnya  Sudah 10 Hari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

Adri didiagnosa menderita fraktur patella dextra (patah tulang lutut kanan). Saat ini Adri masih dirawat di RS Polri.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceKompas

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan