Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Taufik Hidayat Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

BANDUNG – Suasana di salah satu ruangan di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, begitu riuh pada Jumat (26/6/2026). Sebab, di lokasi digelar konferensi pers terkait kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita inisial YTR yang dilakukan Taufik Hidayat.

Setelah para pihak terkait diberikan kesempatan berbicara, giliran Taufik Hidayat yang dihadirkan di depan awak media dan berbagai pihak yang hadir di lokasi. Teriakan, kecaman, ungkapan kekesalan, hingga berbagai pertanyaan terus dilontarkan.

Berita Lainnya  Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Taufik tak banyak bicara. Sebaliknya, Taufik yang mengenakan baju tahanan dengan tangan sudah terikat kabel ties, lebih banyak terdiam dan tertunduk.

Ia seolah mematung di samping kawalan ketat petugas. Ia terus tertunduk hingga akhirnya diberikan kesempatan berbicara dan menjawab rentetan pertanyaan dari awak media.

Dengan suara yang nyaris tenggelam di tengah kebisingan, Taufik menyampaikan pernyataan singkatnya. “Saya minta maaf,” kata Taufik.

Ucapan itu seketika memicu keriuhan. Suasana di lokasi konferensi pers berubah menjadi ‘gerah’. Kecaman demi kecaman terlontar dari mereka yang hadir, menyuarakan kegeraman atas tindakan keji yang dilakukannya terhadap korban.

Berita Lainnya  Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Di tengah desakan pertanyaan yang bertubi-tubi, Taufik mengungkap penyesalannya. “Saya menyesal,” ungkap Taufik yang langsung disambut rentetan pertanyaan lainnya.

Suara-suara bernada tinggi mulai terdengar membelah kerumunan, mempertanyakan motif di balik aksi kekerasannya. “Kenapa beraninya sama cewek? Sudah berapa orang yang jadi korban?” demikian beberapa pertanyaan yang terdengar.

Taufik Hidayat tak lagi bersuara. Ia kembali mengunci rapat mulutnya dan tetap tertunduk lesu. Sesi dipamerkannya Taufik pun berakhir. Ia lalu digiring kembali petugas untuk kembali ke jeruji besi.***

Berita Lainnya  Askun : "BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara"

Sumber : Detik.com

https://www-detik-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.detik.com/jabar/hukum-dan-kriminal/d-8548701/taufik-hidayat-saya-minta-maaf-saya-menyesal/amp?amp_gsa=1&amp_js_v=a9&usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=17824718294400&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.detik.com%2Fjabar%2Fhukum-dan-kriminal%2Fd-8548701%2Ftaufik-hidayat-saya-minta-maaf-saya-menyesal

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceDetik

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan