Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Ingin Pastikan Semua Anak di Jabar Bisa Sekolah

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh anak di Jawa Barat tetap memperoleh akses pendidikan dengan menyiapkan berbagai skema agar tidak ada siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung maupun biaya pendidikan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, penyelenggaraan pendidikan harus berorientasi pada pemenuhan hak setiap anak untuk mengenyam pendidikan.

“Saya sebagai gubernur memiliki tugas utama untuk memastikan rakyat saya bisa sekolah. Itu prinsip dasarnya,” tegas Dedi.

Berita Lainnya  Puncak Hari Anak Nasional, Bupati Karawang Launching Modul Belajar Gratis untuk SD dan SMP

Dedi menjelaskan, perhatian utama pemerintah diarahkan kepada anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan apabila tidak diterima di sekolah negeri dan tidak mampu membiayai sekolah swasta.

“Yang menjadi perhatian kita adalah kelompok ini. Kalau tidak diterima di negeri, ada risiko mereka tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menerapkan kebijakan kapasitas rombongan belajar yang fleksibel sesuai kondisi di lapangan untuk memperluas akses pendidikan.

Berita Lainnya  Usung Tema Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan, KKN Mahasiswa UBP di Walahar Dimulai

Selain itu, pemerintah menyiapkan pendampingan bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta, termasuk dukungan biaya pendidikan pada tahun pertama.

“Kami sedang membicarakan satu hal utama, yaitu bagaimana semua anak di Jawa Barat bisa tetap sekolah. Jika tidak diterima di negeri maka kami pastikan ada pendampingan ke swasta,” tegasnya.

Dedi menekankan, setiap kebijakan pendidikan harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak sehingga seluruh generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan.

Berita Lainnya  Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep 'Dimusuhin' Anak Buahnya Sendiri

“Pilihan kita sederhana, apakah kita ingin ada kegaduhan di sekolah atau kita pastikan tidak ada anak yang tidak sekolah. Saya memilih memastikan semua anak tetap sekolah,” pungkasnya.***

Sumber : jabarprov.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan