Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Ingin Pastikan Semua Anak di Jabar Bisa Sekolah

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh anak di Jawa Barat tetap memperoleh akses pendidikan dengan menyiapkan berbagai skema agar tidak ada siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung maupun biaya pendidikan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, penyelenggaraan pendidikan harus berorientasi pada pemenuhan hak setiap anak untuk mengenyam pendidikan.

“Saya sebagai gubernur memiliki tugas utama untuk memastikan rakyat saya bisa sekolah. Itu prinsip dasarnya,” tegas Dedi.

Berita Lainnya  Hampir Meneteskan Air Mata, Semringah Siswa Viral Sultan saat Mendapat Bantuan Sepeda dari Ketua MKGR

Dedi menjelaskan, perhatian utama pemerintah diarahkan kepada anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan apabila tidak diterima di sekolah negeri dan tidak mampu membiayai sekolah swasta.

“Yang menjadi perhatian kita adalah kelompok ini. Kalau tidak diterima di negeri, ada risiko mereka tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menerapkan kebijakan kapasitas rombongan belajar yang fleksibel sesuai kondisi di lapangan untuk memperluas akses pendidikan.

Berita Lainnya  Sekolah Rakyat di Bekasi Selesai 20 Juni, Bisa Menampung 1.080 Siswa

Selain itu, pemerintah menyiapkan pendampingan bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta, termasuk dukungan biaya pendidikan pada tahun pertama.

“Kami sedang membicarakan satu hal utama, yaitu bagaimana semua anak di Jawa Barat bisa tetap sekolah. Jika tidak diterima di negeri maka kami pastikan ada pendampingan ke swasta,” tegasnya.

Dedi menekankan, setiap kebijakan pendidikan harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak sehingga seluruh generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan.

Berita Lainnya  KBM Sekolah Rakyat di Bekasi Dimulai Akhir Juni 2026

“Pilihan kita sederhana, apakah kita ingin ada kegaduhan di sekolah atau kita pastikan tidak ada anak yang tidak sekolah. Saya memilih memastikan semua anak tetap sekolah,” pungkasnya.***

Sumber : jabarprov.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan