Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Bunuh Diri atau Dibunuh?

PURWAKARTA – Kasus kematian Yogi Saleh, seorang pejabat Pemkab Purwakarta – Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik terkait pertanyaan apakah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD ini meninggal bunuh diri atau dibunuh karena alasan tindak pidana.

Meski almarhum ditemukan tewas di rumahnya dalam kondisi bersimbah darah, tetapi munculnya dugaan sementara jika almarhum tewas bunuh diri, karena polisi tidak menemukan tanda-tanda aksi perampokan di TKP.

Yaitu dimana barang berharga milik korban seperti dompet, uang tunai, telepon genggam, dan identitas masih berada di tempatnya.

Hingga sampai saat ini, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab kematian Yogi Saleh. Penyidik masih membuka dua kemungkinan, yakni antara dugaan bunuh diri atau tindak pidana.

Berita Lainnya  Diduga Kesurupan, Petugas Kebersihan Bandara Soekarno-Hatta Menangis, Tertawa hingga Lompat-lompat Seperti Pocong

“Ini masih dugaan sementara berdasarkan temuan di lapangan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau tindak pidana,” ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara.

Diketahui, Yogi Saleh ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, pada Minggu (14/6/2026) malam.

Korban terakhir kali berada di rumah seorang diri. Pada saat kejadian, istri korban bersama anak dan mertuanya sedang menghadiri acara wisuda di Hotel Harper Purwakarta sekitar pukul 16.00 WIB.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

Sekitar pukul 19.30 WIB, keluarga kembali ke rumah dan mendapati kondisi rumah dalam keadaan terkunci dengan seluruh lampu padam.

Karena tidak mendapat respons dari korban, istri korban kemudian masuk melalui jendela yang dicongkel. Saat masuk ke dalam rumah, keluarga menemukan ceceran darah di depan pintu kamar.

Setelah pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah.

Pihak keluarga korban menyampaikan keraguan terhadap penyebab kematian yang masih belum jelas. Mereka meminta agar kepolisian mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti di dalam kamar korban. Barang-barang tersebut saat ini sedang dianalisis untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa kematian.

Berita Lainnya  Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah 'Mensrea'

Beberapa barang yang ditemukan di lokasi antara lain sebuah tangga, dua potong kabel yang sudah terputus, satu ikat pinggang, hingga sebilah pisau dapur berwarna kuning dengan panjang sekitar 10–15 sentimeter.

Polisi menegaskan bahwa seluruh barang tersebut masih dalam pendalaman untuk mengetahui apakah memiliki hubungan langsung dengan peristiwa kematian korban.(Dari berbagai sumber***)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan