Selasa, Juni 16, 2026
spot_img

Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Bunuh Diri atau Dibunuh?

PURWAKARTA – Kasus kematian Yogi Saleh, seorang pejabat Pemkab Purwakarta – Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik terkait pertanyaan apakah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD ini meninggal bunuh diri atau dibunuh karena alasan tindak pidana.

Meski almarhum ditemukan tewas di rumahnya dalam kondisi bersimbah darah, tetapi munculnya dugaan sementara jika almarhum tewas bunuh diri, karena polisi tidak menemukan tanda-tanda aksi perampokan di TKP.

Yaitu dimana barang berharga milik korban seperti dompet, uang tunai, telepon genggam, dan identitas masih berada di tempatnya.

Hingga sampai saat ini, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab kematian Yogi Saleh. Penyidik masih membuka dua kemungkinan, yakni antara dugaan bunuh diri atau tindak pidana.

Berita Lainnya  Lagi, Ayah di Karawang Perkosa Anak Kandung, Korban Sempat Melawan Tapi Tak Berdaya

“Ini masih dugaan sementara berdasarkan temuan di lapangan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau tindak pidana,” ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara.

Diketahui, Yogi Saleh ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, pada Minggu (14/6/2026) malam.

Korban terakhir kali berada di rumah seorang diri. Pada saat kejadian, istri korban bersama anak dan mertuanya sedang menghadiri acara wisuda di Hotel Harper Purwakarta sekitar pukul 16.00 WIB.

Berita Lainnya  Anggota Dewan Laporkan Mantan Anggota Dewan, Dugaan Penggelapan Dana Investasi Rp 110 Juta

Sekitar pukul 19.30 WIB, keluarga kembali ke rumah dan mendapati kondisi rumah dalam keadaan terkunci dengan seluruh lampu padam.

Karena tidak mendapat respons dari korban, istri korban kemudian masuk melalui jendela yang dicongkel. Saat masuk ke dalam rumah, keluarga menemukan ceceran darah di depan pintu kamar.

Setelah pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah.

Pihak keluarga korban menyampaikan keraguan terhadap penyebab kematian yang masih belum jelas. Mereka meminta agar kepolisian mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti di dalam kamar korban. Barang-barang tersebut saat ini sedang dianalisis untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa kematian.

Berita Lainnya  Masifnya Serangan ke Prabowo di Medsos, Apakah Masuk Kategori Operasi Delegitimasi Kekuasaan Politik?

Beberapa barang yang ditemukan di lokasi antara lain sebuah tangga, dua potong kabel yang sudah terputus, satu ikat pinggang, hingga sebilah pisau dapur berwarna kuning dengan panjang sekitar 10–15 sentimeter.

Polisi menegaskan bahwa seluruh barang tersebut masih dalam pendalaman untuk mengetahui apakah memiliki hubungan langsung dengan peristiwa kematian korban.(Dari berbagai sumber***)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Lagi, Ayah di Karawang Perkosa Anak Kandung, Korban Sempat Melawan Tapi Tak Berdaya

KARAWANG - Belum juga reda rasa sedih dan amarah publik terhadap kasus pencabulan balita perempuan usia 3 tahun oleh ayah kandungnya J (39), warga...

Detik-detik Mahasiswa Teriaki Budiman Sudjatmiko ‘Pengkhianat Reformasi’

JAKARTA - Kericuhan mewarnai jalannya diskusi publik yang digelar platform Total Politik di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026)...

70 Ribu Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri akan Ditampung di Sekolah Swasta, KDM : Biaya Ditanggung Pemprov Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 444.000 siswa yang sudah terpetakan dalam...

Kejagung Bakal Periksa Seluruh Pengadaan Barang di BGN, dari Motor Listrik hingga Sepatu

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku bakal memeriksa seluruh pengadaan barang di Badan Gizi Nasional (BGN) buntut dugaan kasus korupsi tata kelola program Makan...

Disorot Mendagri, Rp 3,5 Triliun Belanja Pegawai Pemkab Bekasi Urutan Kedua Setelah Kaupaten Bogor

BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sampaikan solusi dan langkah terkait pengeluaran APBD untuk belanja pegawai daerah itu agar...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan