Sabtu, Juni 13, 2026
spot_img

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa waktu ke depan.

Hal ini dimaksudkan untuk meredam kemarahan publik terhadap pemerintah.

Menurut Pangi, berbagai kritik hingga aksi demo unjuk rasa yang terjadi tidak semata-mata karena kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Tetapi, Prabowo dinilai gagal menjaga sentimen masyarakat melalui pidato-pidatonya yang dinilai Pangi banyak yang tidak terarah.

“Menurut saya, enggak usah Prabowo pidato dulu, 1-2 bulan ini pasti mereda negara ini. Yakin sama saya, berhenti Pak Prabowo itu pidato dua bulan ini.”

“Jangankan dua bulan, seminggu ini berhenti pidato, enggak ada orang demo lagi,” ungkap Pangi saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Jumat (11/6/2026).

Setelah itu, lanjut Pangi, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan ekonomi yang langsung menyentuh dapur masyarakat.

Mulai menurunkan harga Pertamax, menggratiskan premi BPJS Kesehatan, menurunkan token listrik, hingga merealisasikan pemotongan komisi aplikasi ojek online menjadi 8 persen yang telah dijanjikan sebelumnya.

“Presiden Prabowo berhenti untuk ngotot. Jangan maksa gitu aja. Jangan ngeyel.”

Berita Lainnya  Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

“Jangan coba-coba nantangin rakyat. Kasian. Jangan-jangan Presiden Prabowo ini lebih banyak prestasi daripada Jokowi. Cuma ketika dia pidato, justru menghilangkan semua prestasi itu,” ungkap Pangi.

Sumber : TribunNews

Pidato Prabowo Tidak Terarah

Pangi menilai banyak pidato Prabowo yang terlalu ‘liar’ dan tidak terarah.

Ia mencontohkan pidato Prabowo dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Dalam penggalan pidatonya, Prabowo berpesan untuk mengabaikan pihak yang nyinyir.

Prabowo juga melihatkan mimik muka manyunnya sambil berucap “nyenye-nyenye”.

“Saya ingatkan dari dulu, presiden kenapa pidatonya kok begini terus. Nggak terarah, liar, di luar kendali. Yang nyenye-nyenyein dengan wajah mimik-mimik begitu, ini kayak nggak ada tim khusus. Nggak ada yang mengingatkan,” ungkap Pangi.

Pada pidato itu, Prabowo mengingatkan mengenai pepatah anjing menggonggong kafilah berlalu.

“Yang nyinyir-nyinyir, ingat ya, ajaran dari guru-guru kita, biar anjing menggonggong, kafilah tetap terus,” ungkap Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan RI itu menekankan, Indonesia membutuhkan para pengusaha yang militan, semangat, cerdas, da tidak mengenal menyerah.

Berita Lainnya  Kontroversi Map Bertuliskan Bupati Karawang, Gus Ucim : 'Gak Bisa Serta Merta Dikaitkan, Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah'

Para pengusaha harus bangkit saat terjatuh.

“Jatuh, bangkit lagi, jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi. Dan selalu saya titip, kita harus bersatu. Gotong royong. Kalau ada yang menghasut pecah belah yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang indonesia,” tegasnya.

Prabowo mengatakan, Indonesia sudah berada di jalan yang benar. Untuk itu, tidak perlu mendengarkan komentar pihak yang nyinyir.

“Kita berada di jalan yang bener. Kita akan menuju kemenangan dan kehebatan saudara sekalian.”

“Dulu, waktu pejuang-pejuang kita, waktu mereka mengatakan merdeka banyak juga yang nyinyir merdeka. Bagaimana kita mau merdeka bikin peniti saja tidak bisa, tetapi kita merdeka,” ungkap Prabowo.

Bandingkan dengan Jokowi

Lebih lanjut, dalam urusan menjaga sentimen masyarakat, Pangi menilai Jokowi lebih unggul daripada Prabowo.

Meskipun, bisa jadi prestasi Prabowo lebih baik daripada Jokowi.

Menurut Pangi, esensi utama seorang pemimpin di Indonesia sebenarnya sangat sederhana, yaitu kemampuan memahami dan menjaga hati rakyat.

Itulah yang menurutnya menjadi kekuatan utama Jokowi selama menjabat.

“Jokowi itu kan ilmunya menjaga perasaan rakyat. Menjaga pencitraannya. Kerja Jokowi apa? Biasa aja, infrastruktur yang dibangun juga begitu-begitu aja,” ujar Pangi.

Berita Lainnya  Kasusnya Asli Ditangani Polisi, Tapi Video Viral Klarifikasi Ibu Santriwati Ternyata Hanya Konten

Ia menambahkan bahwa prestasi terbaik sebuah pemerintahan bukanlah diukur dari pembangunan fisik, melainkan sejauh mana negara mampu membuat masyarakatnya tenang.

“Prestasi negara itu adalah sejauh mana mereka punya kemampuan untuk menggembirakan hati rakyat. Menggembirakan hati rakyat itu bagian dari prestasi. Menjaga perasaan rakyat itu bagian dari kinerja.”

Sebaliknya, Pangi menilai Prabowo saat ini terkesan kaku, keras, dan enggan memperbaiki pola komunikasinya dengan publik, sehingga memicu resistensi yang kuat di masyarakat.

“Kemudian presiden yang selalu ngeyel, presiden yang nggak mau memperbaiki cara berkomunikasinya dengan rakyatnya, yang tetap ngotot dengan cara-cara. Diingatkan kalau bahasa orangnya keras batu, itu yang terlalu dipaksakan dengan keyakinan mereka,” ungkapnya.***

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Sarankan Prabowo Puasa Pidato untuk Redam Kemarahan Rakyat, https://www.tribunnews.com/nasional/7841663/pengamat-sarankan-prabowo-puasa-pidato-untuk-redam-kemarahan-rakyat?page=3.
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Whiesa Daniswara

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Fraksi Demokrat Dorong Regulasi Pengawasan LGBT, Pemerhati Sosial : “Mereka Harus Dibina, Bukan Dibinasakan”

KARAWANG - Pasca 'viral video pesta gay' di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev, hingga berujung aksi demonstrasi tokoh agama,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan