Sabtu, September 19, 2026
spot_img

Wakil Rakyat Karawang Tak Pernah Kritis karena Tersandera Pokir

ISU penyimpangan program Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Karawang kembali ramai, pasca statement salah satu anggota dewan yang mengusulkan parkir gratis di RSUD Karawang.

Perdebatan tentang tarif parkir, secara tersirat sebenarnya sudah mencapai menemui jalan tengah, yakni pemberlakukan tarif murah. Tidak perlu gratis, tapi jangan pula dijadikan obyek bisnis murni.

Mari kita fokus ke hingar-bingar tentang POKIR DEWAN, dengan menyelam lebih ke
dalam dan lebih substantif, agar menghasilkan solusi yang lebih permanen dan tidak bersifat kagetan (gehgeran).

Isu penyimpangan pokir sudah sering muncul, dan selalu ditangani secara sporadis.

Kita terjebak pada cara memadamkan api di permukaan sekam, padahal di bagian
bawah masih ada bara yang akan menyulut dan membakar semua bagian di setiap
saat.

Berita Lainnya  Tidak Terafiliasi dengan Ormas, Polisi Ungkap Motif 3 Pelaku Pengeroyokan Bambang Setiawan

Solusinya yakni kembalikan Pokok Pikiran sesuai fitrahnya, dengan berpegang teguh
pada regulasi yang ada. Sehingga jangan sampai ada upaya mensiasati ataupun melakukan tindakan-tindakan menyimpang dengan dalih aspirasi rakyat.

Goal atau tujuan yang ingin dicapai dalam Pokok Pikiran adalah terealisasinya ajuan
pembangunan dari warga masyarakat. Wakil rakyat berkewajiban menyerap, memperjuangkan dan mewujudkannya agar masuk ke dalam Prioritas Pembangunan di
Daerah.

Proses awalnya bisa melalui kegiatan resmi semisal Reses ataupun tatap muka
dan silaturrahmi informal dengan warga, lalu dituangkan dalam giat Musrenbangdes.

Anggota DPRD fokus saja menciptakan goal, namun jangan sampai offside yang
berpotensi berperkara dengan hukum. Potensi offside-nya yakni mencantumkan nilai proyek, penentuan nilai pagu, praktek ijon jual beli proyek, plotting jatah per dewan ataupun pimpinan dewan, dan penentuan pemborong yang mengerjakan.

Berita Lainnya  Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

Jika sudah terindikasi offside atau penyimpangan tupoksi, maka resikonya mereka akan terus tersandera oleh banyak pihak, dan haqul yakin mengganggu kenyamanan mereka dalam bekerja, bahkan untuk tidur nyenyak.

Benefit lainnya jika POKIR dilakukan sesuai aturan, yakni tumbuh dan berkembangnya
wibawa lembaga legislatif. Publik butuh keberadaan wakil rakyat yang bisa berposisi
sebagai mitra setara dengan pihak eksekutif. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

Sebab Selama ini terkesan DPRD itu tak bedanya OPD, menjadi bawahan dari Bupati, sangat ironis.

Fungsi control (pengawasan) DPRD sangat minim, bahkan bisa disebut tidak ada. Jarang terlihat moment perdebatan serius menyikapi produk kebijakan dan kinerja pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Singgung Soal 'Ideologi Politik', Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang 'Ngeramein' Keracunan MBG

Sudah jadi potret nyata, salah satu penyebab tergerusnya peran fundamental DPRD
yakni saat dihadapkan pada titik kesepakatan jatah plotting Pokir/ aspirasi.

Selalu ada proses negosiasi di bawah meja, tentu terlebih dahulu dibumbui supply and demand, ada penawaran dan pemberian.

Dalam case sejenis ini, tidak ada salahnya Bupati Karawang menjiplak total cara
Gubernur Jawa Barat. Hilangkan kebiasaan kompromi dan pemissive terhadap
pelanggaran aturan, meskipun itu dimaknai sebagai fenomena biasa dan mungkin sudah dianggap budaya.

Penulis :

DADAN SUHENDARSYAH
Aktivis Pergerakan Muhammadiyah

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Prabowo Geram dan Sindir Pakar : “Saking Pintarnya Jadi Goblok…!”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras kepada pihak yang disebutnya sebagai "pakar", ketika menyampaikan pidato dalam perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional...

Prabowo : “Biaya Pendidikan Sekolah Negeri hingga Universitas Harus Gratis”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Acara Puncak Peringatan...

Nekat Tanam Ganja di Rumah, ASN di Bandung Diciduk Polisi

BANDUNG - Seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berinisial AS (49) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung setelah diduga...

Febrie Adriansyah: “Presiden Dapat Masukan yang Salah soal Perkara Saya”

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meyakini Presiden Prabowo Subianto mendapat informasi yang keliru soal kasus yang menjeratnya. "Dan saya yakin...

Pengamat Minta KPK Panggil Purbaya Terkait Saweran Live TikTok

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu memanggil Purbaya Yudhi Sadewa untuk meminta klarifikasi terkait pemberian gift atau saweran saat...

Hukum

Febrie Adriansyah: “Presiden Dapat Masukan yang Salah soal Perkara Saya”

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meyakini Presiden Prabowo Subianto mendapat informasi yang keliru soal kasus yang menjeratnya. "Dan saya yakin...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan