Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Wakil Rakyat Karawang Tak Pernah Kritis karena Tersandera Pokir

ISU penyimpangan program Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Karawang kembali ramai, pasca statement salah satu anggota dewan yang mengusulkan parkir gratis di RSUD Karawang.

Perdebatan tentang tarif parkir, secara tersirat sebenarnya sudah mencapai menemui jalan tengah, yakni pemberlakukan tarif murah. Tidak perlu gratis, tapi jangan pula dijadikan obyek bisnis murni.

Mari kita fokus ke hingar-bingar tentang POKIR DEWAN, dengan menyelam lebih ke
dalam dan lebih substantif, agar menghasilkan solusi yang lebih permanen dan tidak bersifat kagetan (gehgeran).

Isu penyimpangan pokir sudah sering muncul, dan selalu ditangani secara sporadis.

Kita terjebak pada cara memadamkan api di permukaan sekam, padahal di bagian
bawah masih ada bara yang akan menyulut dan membakar semua bagian di setiap
saat.

Berita Lainnya  Resmi Ditahan, Febrie: "Saya Merasa ini Kriminalisasi"

Solusinya yakni kembalikan Pokok Pikiran sesuai fitrahnya, dengan berpegang teguh
pada regulasi yang ada. Sehingga jangan sampai ada upaya mensiasati ataupun melakukan tindakan-tindakan menyimpang dengan dalih aspirasi rakyat.

Goal atau tujuan yang ingin dicapai dalam Pokok Pikiran adalah terealisasinya ajuan
pembangunan dari warga masyarakat. Wakil rakyat berkewajiban menyerap, memperjuangkan dan mewujudkannya agar masuk ke dalam Prioritas Pembangunan di
Daerah.

Proses awalnya bisa melalui kegiatan resmi semisal Reses ataupun tatap muka
dan silaturrahmi informal dengan warga, lalu dituangkan dalam giat Musrenbangdes.

Anggota DPRD fokus saja menciptakan goal, namun jangan sampai offside yang
berpotensi berperkara dengan hukum. Potensi offside-nya yakni mencantumkan nilai proyek, penentuan nilai pagu, praktek ijon jual beli proyek, plotting jatah per dewan ataupun pimpinan dewan, dan penentuan pemborong yang mengerjakan.

Berita Lainnya  Iming-iming Kerja di Pemerintahan, Perawat ASN di Cianjur Diduga Lakukan Asusila Sesama Jenis

Jika sudah terindikasi offside atau penyimpangan tupoksi, maka resikonya mereka akan terus tersandera oleh banyak pihak, dan haqul yakin mengganggu kenyamanan mereka dalam bekerja, bahkan untuk tidur nyenyak.

Benefit lainnya jika POKIR dilakukan sesuai aturan, yakni tumbuh dan berkembangnya
wibawa lembaga legislatif. Publik butuh keberadaan wakil rakyat yang bisa berposisi
sebagai mitra setara dengan pihak eksekutif. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

Sebab Selama ini terkesan DPRD itu tak bedanya OPD, menjadi bawahan dari Bupati, sangat ironis.

Fungsi control (pengawasan) DPRD sangat minim, bahkan bisa disebut tidak ada. Jarang terlihat moment perdebatan serius menyikapi produk kebijakan dan kinerja pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Kejagung Tetapkan Nurman Herin sebagai Tersangka Kedua Kasus TPPU

Sudah jadi potret nyata, salah satu penyebab tergerusnya peran fundamental DPRD
yakni saat dihadapkan pada titik kesepakatan jatah plotting Pokir/ aspirasi.

Selalu ada proses negosiasi di bawah meja, tentu terlebih dahulu dibumbui supply and demand, ada penawaran dan pemberian.

Dalam case sejenis ini, tidak ada salahnya Bupati Karawang menjiplak total cara
Gubernur Jawa Barat. Hilangkan kebiasaan kompromi dan pemissive terhadap
pelanggaran aturan, meskipun itu dimaknai sebagai fenomena biasa dan mungkin sudah dianggap budaya.

Penulis :

DADAN SUHENDARSYAH
Aktivis Pergerakan Muhammadiyah

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan