Jumat, Agustus 7, 2026
spot_img

72 Siswa di Jaktim Keracunan, BGN Ambil Sampel Menu MBG

JAKARTA – Puluhan siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim), keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai peristiwa keracunan.

“Kan hasil labnya belum keluar. Setiap ada kejadian pasti kita periksa di lab spesimen menunya,” kata Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).

Nanik juga sudah menjenguk para siswa di rumah sakit (RS). Dia mengatakan kondisi mereka sudah membaik.

“Sudah mulai membaik bahkan sudah pada keluar RS hari ini,” ujarnya.

Berita Lainnya  Korban Keracunan MBG di Kulon Progo Jadi 105 Orang, dari Siswa, Bumil hingga Busui

Dia menuturkan ada sebagian siswa yang sudah dipulangkan dari rumah sakit. Dia berharap sisanya dapat pulang besok.

“Belum (seluruhnya pulang) mungkin besok semua pulang semua ya, mudah-mudahan,” ucapnya.

BGN Dalami 72 Siswa Keracunan MBG

Sebelumnya, BGN memastikan akan mendalami penyebab keracunan 72 siswa setelah menyantap menu spageti MBG di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. BGN menyebut masih ada 50-an siswa yang mendapat perawatan akibat kasus keracunan itu.

“Ya sudah dong (dicek), kan ada Kepala SPPG, Korwil, dan Kareg (Kepala Regional). Saya juga akan cek,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang saat dihubungi, Minggu (5/4).

Berita Lainnya  Bukan Hanya Sekedar Masuk Senayan, PSI Miliki Target Besar di Pemilu 2029

Namun, Nanik belum merinci apa saja temuan atau masalah yang ada di SPPG Pondok Kelapa. Untuk itu, BGN akan mengambil keputusan setelah ada pengecekan menyeluruh.

“Soal suspend nanti kita lihat perkembangannya,” katanya.

Sementara itu, Nanik menyebut seluruh siswa yang keracunan telah mendapat perawatan. Dari 72 siswa yang dilaporkan, 50 di antaranya disebut masih menjalani perawatan.

“Sudah berkurang, sepertinya hari ini tinggal 50-an orang,” jelas dia.

Berita Lainnya  Mahasiswa KKN Lubuklinggau Meninggal Setelah Ketek yang Ditumpangi Terbalik

Siswa yang keracunan berasal dari empat sekolah, yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Mereka dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sambil Bawa Pelaku, Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi

DEPOK - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun ke Kali Licin, Cipayung, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi pria berinisial K...

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan