Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img

Ayatollah Ali Khamenei Mati Syahid, Donald Trump Dikecam

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump terus menghadapi tekanan politik dari Kongres menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).

Al Jazeera dalam siaran langsungnya menyebut Trump sebelumnya bersikeras bahwa salah satu tujuan tindakan terhadap Iran adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya perubahan rezim (regime change).

Namun langkah tersebut memicu gelombang kritik di dalam negeri.

Di Kongres, tekanan terutama datang dari Partai Demokrat serta sejumlah kecil anggota Partai Republik yang menyuarakan kekhawatiran atas keputusan Trump terlibat dalam konflik Iran bersama Israel.

Mereka menilai Trump telah “merebut” kewenangan Kongres dalam menyatakan perang dan menggantinya dengan keputusan sepihak dari eksekutif.

Berdasarkan Konstitusi AS, kewenangan untuk mendeklarasikan perang berada di tangan Kongres, sementara presiden bertindak sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Berita Lainnya  Pernyataan 'Menyesatkan', Kantor Hukum Hotman Paris Didemo

Selain dari oposisi, tekanan juga muncul dari sebagian pendukung Trump sendiri di kalangan gerakan MAGA (Make America Great Again). Sejumlah pendukung disebut kecewa atas keputusan presiden membawa AS masuk lebih jauh dalam konflik Timur Tengah.

Meski demikian, dinamika politik di Washington disebut masih sangat bergantung pada perkembangan situasi di Iran dalam beberapa hari ke depan.

Ayatollah Ali Khamenei resmi dinyatakan tewas

Sementara, pihak berwenang Iran lewat media semi pemerintah setempat, Fars, telah mendeklarasikan masa berkabung usai Pemimpin Tertinggi mereka Ayatollah Ali Khamenei resmi dinyatakan tewas.
Khamenei tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2).

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

Media semi pemerintah Iran, Fars, yang dikutip Al Jazeera melaporkan pemerintahan Iran mendeklarasikan 40 hari berkabung dan tujuh hari libur nasional.

Selain Fars, Stasiun Televisi pemerintah Iran IRIB turut melaporkan informasi soal kematian Ali Khamenei setelah serangan habis-habisan AS-Israel ke Iran. .

“Pemimpin tertinggi Iran telah syahid,” demikian laporan IRIB, dikutip CNN, Minggu (1/3).

Fars sendiri mengonfirmasi bahwa Khamenei terbunuh pada Sabtu dini hari waktu setempat.

Selain itu, Fars Iran juga mengungkapkan terkait detail lebih lanjut tentang pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Disebutkan bahwa Khamenei terbunuh di kantornya saat “melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya” pada dini hari Sabtu (28/2).

Berita Lainnya  Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi soal kematian Khamenei. Demikian juga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengindikasikan kuat Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel.

Kediaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan digempur hingga 30 bom dalam serangan bersama Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).

Media Israel Channel 12 yang dikutip Times of Israel melaporkan bahwa Israel setelah berkoordinasi dengan AS menjatuhkan 30 bom di kompleks kediaman Khamenei.

Khamenei sendiri telah memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas politik serta agama tertinggi di negara tersebut.***

Sumber : CNN Indonesia

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Mantan Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Tembakan Senpi ke Kepala, Motif Masih Didalami

MEDAN - W (30) ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak...

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan oleh Anggota DPRD Bekasi, JPU Bacakan Surat Dakwaan

BEKASI - Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,...

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah...

Warga dan Siswa di Papua Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

JAYAPURA - Sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Jayapura Yunus Wonda langsung meninjau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan