Minggu, Agustus 2, 2026
spot_img

45% Bantuan PKH Tidak Tepat Sasaran, Mensos dan Mendes Validasi DTSEN

KARAWANG – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melakukan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang – Jawa Barat, Kamis (26/2/2026).

Bertempat di Aula Husni Hamid Kompleks Pemda Karawang, kunker Mensos dan Mendes ini dalam rangka sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kepada Dinas Sosial Jawa Barat, para kepala OPD, camat, kepala desa, operator SIKS-NG, pendamping desa, pilar-pilar sosial, hingga relawan se-Kabupaten Karawang.

Agenda kunker kedua menteri ini disambut langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh bersama jajaran Forkopimda. Turut hadir juga Anggota DPR RI Komisi VIll, Hj. Wardatul Asriah dan Anggota DPR RI Komisi XIIl, Rieke Diah Pitaloka.

Mensos Gus Ipul menyampaikan, bahwa kehadirannya bersama Mendes Yandri di Karawang adalah untuk bertemu dengan berbagai pihak terkait, termasuk pendamping desa, pilar-pilar sosial, kepala desa, operator data desa, tokoh masyarakat, dan relawan. Ia berharap semua pihak dapat berkontribusi dalam menghasilkan data yang akurat dan sesuai dengan kenyataan

Pembenahan data tunggal ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025. Aturan tersebut mewajibkan seluruh program pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk berpedoman pada satu data, yaitu DTSEN.

Berita Lainnya  Keluhkan Sakit Perut hingga Diare, Puluhan Santri Pesantren di Garut Keracunan MBG

Gus Ipul menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Sosial, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan sosial dan program-program pemerintah. Ia juga mengapresiasi dukungan anggaran yang diberikan Mendes Yandri kepada operator data di tingkat desa.

“Dalam menyalurkan bantuan-bantuan sosial maupun, program-program pemerintah baik pusat maupun daerah, maka itulah kita perlu kerja bersama, kita perlu gandeng tangan dengan para pemangku kepentingan salah satunya adalah Kementerian Sosial, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta daerah, sore ini kmdu Kabupaten Karawang, kita lakukan sosialisasi DTSEN,” tutur Gus Ipul, dilansir dari asatunews.co.id.

Gus Ipul meyakini bahwa data yang akurat akan menghadirkan keadilan dan memastikan tidak ada lagi yang tersisih. Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kemensos dan Kemendes diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain.

Dokumentasi kunker Mensos dan Mendes di Karawang. (Foto Prokompim Karawang)

Yandri Susanto menambahkan, bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menutup celah manipulasi data di tingkat bawah. Ia mengerahkan seluruh instrumen desa, mulai dari RT, RW, hingga pendamping desa, untuk mengawal DTSEN.

“Sehingga semua kekuatan, Kemensos dan Kemendes kami kerahkan dalam penyusunan DTSEN. Kami punya pendamping desa, punya kepala desa RT dan RW dan punya ada lembaga musawarah desa, di mana atas instruksi Bapak Presiden, Kemendes itu diminta untuk pemuktahiran data di tingkat desa,” ujar Yandri.

Berita Lainnya  Kejari Bekasi Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pemasangan Sambungan PDAM

Yandri menjelaskan bahwa verifikasi data akan dilakukan secara transparan melalui musyawarah desa (Musdes) untuk menghindari praktik “titip nama”.

Tantangan terbesar dalam penyusunan DTSEN adalah dinamika kependudukan, seperti kelahiran, kematian, dan perubahan status ekonomi warga. Oleh karena itu, kolaborasi antar kementerian dan lembaga di tingkat desa sangat diperlukan.

“Jumlah desa ada 75.266 desa, tadi kata Pak Mensos Data ini sangat dinamis ada yang lahir, ada yang meninggal, ada yang pindah, ada yang jatuh miskin, ada yang menjadi kaya, data ini mesti dijawab dengan kolaborasi Kementerian Lembaga yang ada di tingkat desa, supaya nanti kalau datanya benar maka data ini bisa dipakai dengan tepat, untuk menyalurkan bantuan sosial, pembangunan dan lain sebagainya,” tuturnya.

Diungkapkaannya, bahwa sekitar 45 persen bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2025 diprediksi tidak tepat sasaran. Hal ini mendorong Kementerian Sosial untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Tadi sempat saya menyampaikan kalau ada 45 persen bantuan PKH yang tidak tepat sasaran, nah DTSEN ini merupakan perbaikannya termasuk sosialisasi kepada pemerintah desa untuk penerimaan, agar kita bisa melakukan langkah-langkah untuk melihat kondisi objektifnya. Itu kan perkiraan, maka kita ingin turun ke lapangan melalui DTSEN,” ungkap Gus Ipul.

Berita Lainnya  KPK Dalami Aliran Dana Rp100 juta ke Gus Miftah dalam Kasus Korupsi Proyek JGSS

Dari hasil verifikasi lapangan terhadap 12 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ditemukan sekitar 2 juta penerima sudah tidak layak menerima bantuan. Sehingga ditargetkan penyaluran bantuan yang lebih presisi melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tiap desa.

Sementara, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan ucapan terima kasih atas kunker Mensos dan Mendes ke Karawang.

Disampaikan Bupati Aep, dengan data yang valid dan terintegrasi ini akan menjadi kunci
penangaan berbagai macam persoalan utama di bidang pengentasan kemiskinan dan pemberian Bantuan Sosial (Bansos).

“Dengan data yang baik, berbagai program bantuan untuk masyarakat dapat akurat dan tepat sasaran. Sehingga mereka yang benar-benar berhak dan perlu bantuan-lah yang merasakan manfaat Bantuan Sosial ini,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Perintah Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Pecat Oknum Dishub yang Pungli Sopir Truk

KOTA BEKASI - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan lima oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yang terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) terhadap...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan