Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Mutasi-Rotasi Pejabat Lagi, Bupati Aep Kejam ke ASN?

KARAWANG – Lagi, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan dilakukan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Kali ini, 63 pejabat struktural terdiri dari 26 pejabat administrator, 35 pejabat pengawas, satu kepala pengawas, dan satu kepala puskesmas, kembali dilakukan mutasi dan rotasi jabatan.

Bupati Aep menyampaikan, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal biasa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan setiap tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Aep menjelaskan, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan ini bukan soal tantangan kinerja di tahun 2026 yang mudah ataupun sulit. Karena diyakininya, dengan kerja secara bersama (bukan one men show), maka semua tanggujawab pekerjaan akan terealisasi.

Termasuk soal kebijakan perampingan OPD, Bupati Aep menegaskan bahwa semuanya dilajukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

“Dengan rampingnya organisasi (dinas) tapi kaya dengan fungsi, insha Allah ini akan menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tutur Bupati Aep, usai melantik pejabat, Senin (5/1/2026).

Bupati Aep juga menegaskan akan mengevaluasi kinerja pejabat setiap 6 bulan sekali. Jika grafik kinerjanya buruk, maka tentu akan kembali terjadi proses rotasi dan mutasi jabatan.

“Insya Allah, saya berharap ini (evaluasi kinerja 6 bulan sekali) menjadi sesuatu penilaian kinerja pejabat yang objektif,” kata Bupati Aep, seraya menegaskan bahwa ia akan kembali merotasi pejabat yang kinerjanya buruk, karena alasan masih banyak pejabat kompeten lainnya yang mau bekerja keras.

OPD Apa saja yang Dirampingkan Bupati Aep

Diketahui, Bupati Aep telah melakukan merger, perampingan, hingga penambahan beban kerja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang konsekuensinya menghilangkan sejumlah posisi jabatan strategis di beberapa dinas dan menambah beban kerja pejabat.

Berita Lainnya  Prabowo Geram dan Sindir Pakar : "Saking Pintarnya Jadi Goblok...!"

Sebut saja seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian, Dinas Dinas Koperasi dan Usaha
Kecil Menenga menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Perampingan OPD ini dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang sehat, efektif dan efisien, dengan target efisiensi anggaran mencapai Rp 100 miliar per tahun.

Berita Lainnya  Ustaz Das'ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : "Penjilat Luar Biasa itu"

“Saya sama pak wabup tidak ada beban. Yang penting saya bisa merubah (merubah birokrasi menjadi lebih profesional sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

“Dibilang Haji Aep kejam, saya pikir saya gak kejam. Saya bilang kalau saya gak bayar gaji, gak bayar TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), itu baru namanya kejam. Ini kan hal biasa, kalau dia (pejabat) kerja, maka dia akan mendapat hasil (reward), itu saja sih,” timpal Bupati Aep.

“Yang penting sekarang mah buktikan kerja kerja kerja. Kerja buat masyarakat, bukan buat saya kok,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan