Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Para Kiyai Sepuh ‘Turun Gunung’, Konflik PBNU Berakhir

KEDIRI – Konflik PBNU akhirnya berakhir, setelah para kiyai sepuh dari jajaran Mustasyar seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Abdullah Ubab Maimoen, hingga KH. Machasin ‘turun gunung’ untuk mendinginkan suasana dalam menengahi persoalan yang terjadi.

Alhasil, Muktamar ke-35 segera digelar dalam waktu dekat, seiring mulai berakhirnya konflik internal di PBNU.

Kesepakatan itu dihasilkan sejumlah kiai sepuh dalam Rapat Konsultasi Syuriyah bersama Mustasyar PBNU di Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Rapat di Ponpes Lirboyo Kediri, KH Abdul Mu’id Shohib (Gus Muid), menyatakan, dalam agenda tersebut para peserta menyepakati satu suara Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama harus segera digelar sebagai solusi pemungkas dari konflik internal PBNU.

“Ini momentum krusial karena mampu mempertemukan Rais Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf dalam satu forum untuk pertama kalinya, sejak ketegangan melanda,” kata Gus Muid.

Berita Lainnya  Bahlil Enggan Komentari Kader Golkar yang Ikut Kena OTT KPK : "Dinda, Mohon Maaf ya...!"

​Ia mengatakan, forum tersebut secara mufakat memberikan mandat kepada duet kepemimpinan tertinggi PBNU untuk menyiapkan gelaran muktamar. Bahkan walaupun sempat terjadi dinamika organisasi, pelaksanaan muktamar tetap berada di tangan mandatatris Muktamar ke-34 Lampung.

​”Saat ini, hasil musyawarah menyepakati agar Muktamar NU ke-35 segera digelar. Untuk kapan pelaksanaannya diserahkan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU,” kata Gus Muid.

Gus Muid optimis, upaya itu sebagai jalan tengah yang konstitusional demi mengakhiri dualisme persepsi terkait pemberhentian pengurus dan menjaga marwah organisasi di mata nahdliyin.

“Tampak hal berbeda dalam persiapan muktamar kali ini. Sebab, penentuan waktu, tempat, hingga susunan kepanitiaan tidak hanya diputuskan oleh pengurus harian, tetapi wajib melibatkan Mustasyar dan para pengasuh pondok pesantren besar di Indonesia,” katanya.

Terlebih, lanjut Gus Muid, langkah ini bertujuan untuk menjaga kebersamaan dan keterbukaan pelaksanaan muktamar. Bahkan hal ini juga melibatkan sesepuh dan pengasuh pesantren adalah kunci agar proses ini memiliki legitimasi moral yang kuat.

Berita Lainnya  Tak Mampu Bayar Transaksi Open BO, Pedagang Mi Ayam di Bekasi Cekik Wanita Hamil hingga Tewas

​”Keterlibatan para kiai sepuh seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, hingga KH. Nurul Huda Djazuli diharapkan mampu mendinginkan suasana dan memastikan transisi kepemimpinan berjalan dengan akhlakul karimah,” kata Gus Muid.

Di tempat sama, Rais Syuriah PBNU KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib) mengemukakan, hasil pertemuan Lirboyo memiliki kekuatan hukum organisasi yang sah. Ia juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut hanyalah obrolan informal antar tokoh.

​”Jadi rapat di Lirboyo ini bukanlah keputusan pribadi, tapi keputusan resmi organisasi NU. Ini kebetulan bertempat di Lirboyo,” kata Gus Muhib.

​Diketahui, pada agenda ini tampak suasana hangat dan kekeluargaan yang menyelimuti pertemuan tersebut memberikan sinyal positif bagi warga NU. Khususnya, setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan, maka kembalinya para pimpinan dalam satu meja di Lirboyo menjadi kado akhir tahun bagi keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Berita Lainnya  KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

Adapun Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh Rais ‘Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, yaitu KH. Abdullah Kafabihi, KH. Mu’adz Thohir, KH. Imam Buchori, KH. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.

Hadir pula Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, beserta Pengurus Tanfidziyah PBNU, H. Amin Said Husni.***

Sumber : rri.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Hukum

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan