Sabtu, Juni 13, 2026
spot_img

Para Kiyai Sepuh ‘Turun Gunung’, Konflik PBNU Berakhir

KEDIRI – Konflik PBNU akhirnya berakhir, setelah para kiyai sepuh dari jajaran Mustasyar seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Abdullah Ubab Maimoen, hingga KH. Machasin ‘turun gunung’ untuk mendinginkan suasana dalam menengahi persoalan yang terjadi.

Alhasil, Muktamar ke-35 segera digelar dalam waktu dekat, seiring mulai berakhirnya konflik internal di PBNU.

Kesepakatan itu dihasilkan sejumlah kiai sepuh dalam Rapat Konsultasi Syuriyah bersama Mustasyar PBNU di Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Rapat di Ponpes Lirboyo Kediri, KH Abdul Mu’id Shohib (Gus Muid), menyatakan, dalam agenda tersebut para peserta menyepakati satu suara Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama harus segera digelar sebagai solusi pemungkas dari konflik internal PBNU.

“Ini momentum krusial karena mampu mempertemukan Rais Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf dalam satu forum untuk pertama kalinya, sejak ketegangan melanda,” kata Gus Muid.

Berita Lainnya  Pria di Bekasi Tusuk Keponakan yang Masih Balita hingga Tewas, Cuma Gegara Kesal Diganggu Saat Main Gim

​Ia mengatakan, forum tersebut secara mufakat memberikan mandat kepada duet kepemimpinan tertinggi PBNU untuk menyiapkan gelaran muktamar. Bahkan walaupun sempat terjadi dinamika organisasi, pelaksanaan muktamar tetap berada di tangan mandatatris Muktamar ke-34 Lampung.

​”Saat ini, hasil musyawarah menyepakati agar Muktamar NU ke-35 segera digelar. Untuk kapan pelaksanaannya diserahkan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU,” kata Gus Muid.

Gus Muid optimis, upaya itu sebagai jalan tengah yang konstitusional demi mengakhiri dualisme persepsi terkait pemberhentian pengurus dan menjaga marwah organisasi di mata nahdliyin.

“Tampak hal berbeda dalam persiapan muktamar kali ini. Sebab, penentuan waktu, tempat, hingga susunan kepanitiaan tidak hanya diputuskan oleh pengurus harian, tetapi wajib melibatkan Mustasyar dan para pengasuh pondok pesantren besar di Indonesia,” katanya.

Terlebih, lanjut Gus Muid, langkah ini bertujuan untuk menjaga kebersamaan dan keterbukaan pelaksanaan muktamar. Bahkan hal ini juga melibatkan sesepuh dan pengasuh pesantren adalah kunci agar proses ini memiliki legitimasi moral yang kuat.

Berita Lainnya  Desak 'THM Sarang Maksiat' Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

​”Keterlibatan para kiai sepuh seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, hingga KH. Nurul Huda Djazuli diharapkan mampu mendinginkan suasana dan memastikan transisi kepemimpinan berjalan dengan akhlakul karimah,” kata Gus Muid.

Di tempat sama, Rais Syuriah PBNU KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib) mengemukakan, hasil pertemuan Lirboyo memiliki kekuatan hukum organisasi yang sah. Ia juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut hanyalah obrolan informal antar tokoh.

​”Jadi rapat di Lirboyo ini bukanlah keputusan pribadi, tapi keputusan resmi organisasi NU. Ini kebetulan bertempat di Lirboyo,” kata Gus Muhib.

​Diketahui, pada agenda ini tampak suasana hangat dan kekeluargaan yang menyelimuti pertemuan tersebut memberikan sinyal positif bagi warga NU. Khususnya, setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan, maka kembalinya para pimpinan dalam satu meja di Lirboyo menjadi kado akhir tahun bagi keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Berita Lainnya  PERADI Minta Kejari Kembalikan Duit Sitaan Rp 101 Miliar ke Kas Daerah, Askun : "Jangan Langsung ke Rekening Petrogas"

Adapun Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh Rais ‘Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, yaitu KH. Abdullah Kafabihi, KH. Mu’adz Thohir, KH. Imam Buchori, KH. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.

Hadir pula Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, beserta Pengurus Tanfidziyah PBNU, H. Amin Said Husni.***

Sumber : rri.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan