Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Para Kiyai Sepuh ‘Turun Gunung’, Konflik PBNU Berakhir

KEDIRI – Konflik PBNU akhirnya berakhir, setelah para kiyai sepuh dari jajaran Mustasyar seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Abdullah Ubab Maimoen, hingga KH. Machasin ‘turun gunung’ untuk mendinginkan suasana dalam menengahi persoalan yang terjadi.

Alhasil, Muktamar ke-35 segera digelar dalam waktu dekat, seiring mulai berakhirnya konflik internal di PBNU.

Kesepakatan itu dihasilkan sejumlah kiai sepuh dalam Rapat Konsultasi Syuriyah bersama Mustasyar PBNU di Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Rapat di Ponpes Lirboyo Kediri, KH Abdul Mu’id Shohib (Gus Muid), menyatakan, dalam agenda tersebut para peserta menyepakati satu suara Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama harus segera digelar sebagai solusi pemungkas dari konflik internal PBNU.

“Ini momentum krusial karena mampu mempertemukan Rais Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf dalam satu forum untuk pertama kalinya, sejak ketegangan melanda,” kata Gus Muid.

Berita Lainnya  Viral Video Oknum Anggota Polisi Tampar Siswa

​Ia mengatakan, forum tersebut secara mufakat memberikan mandat kepada duet kepemimpinan tertinggi PBNU untuk menyiapkan gelaran muktamar. Bahkan walaupun sempat terjadi dinamika organisasi, pelaksanaan muktamar tetap berada di tangan mandatatris Muktamar ke-34 Lampung.

​”Saat ini, hasil musyawarah menyepakati agar Muktamar NU ke-35 segera digelar. Untuk kapan pelaksanaannya diserahkan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU,” kata Gus Muid.

Gus Muid optimis, upaya itu sebagai jalan tengah yang konstitusional demi mengakhiri dualisme persepsi terkait pemberhentian pengurus dan menjaga marwah organisasi di mata nahdliyin.

“Tampak hal berbeda dalam persiapan muktamar kali ini. Sebab, penentuan waktu, tempat, hingga susunan kepanitiaan tidak hanya diputuskan oleh pengurus harian, tetapi wajib melibatkan Mustasyar dan para pengasuh pondok pesantren besar di Indonesia,” katanya.

Terlebih, lanjut Gus Muid, langkah ini bertujuan untuk menjaga kebersamaan dan keterbukaan pelaksanaan muktamar. Bahkan hal ini juga melibatkan sesepuh dan pengasuh pesantren adalah kunci agar proses ini memiliki legitimasi moral yang kuat.

Berita Lainnya  Cuma Gegara Curi Sayuran, Ibu ini Sampai Diikat di Tiang Listrik dan Sempat Dipukul

​”Keterlibatan para kiai sepuh seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, hingga KH. Nurul Huda Djazuli diharapkan mampu mendinginkan suasana dan memastikan transisi kepemimpinan berjalan dengan akhlakul karimah,” kata Gus Muid.

Di tempat sama, Rais Syuriah PBNU KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib) mengemukakan, hasil pertemuan Lirboyo memiliki kekuatan hukum organisasi yang sah. Ia juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut hanyalah obrolan informal antar tokoh.

​”Jadi rapat di Lirboyo ini bukanlah keputusan pribadi, tapi keputusan resmi organisasi NU. Ini kebetulan bertempat di Lirboyo,” kata Gus Muhib.

​Diketahui, pada agenda ini tampak suasana hangat dan kekeluargaan yang menyelimuti pertemuan tersebut memberikan sinyal positif bagi warga NU. Khususnya, setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan, maka kembalinya para pimpinan dalam satu meja di Lirboyo menjadi kado akhir tahun bagi keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Berita Lainnya  Perkuat Ekosistem Keamanan, Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat'

Adapun Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh Rais ‘Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, yaitu KH. Abdullah Kafabihi, KH. Mu’adz Thohir, KH. Imam Buchori, KH. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.

Hadir pula Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, beserta Pengurus Tanfidziyah PBNU, H. Amin Said Husni.***

Sumber : rri.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan