Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Konflik PBNU Meruncing, Bergulir Desakan Mundur Rais Aam dan Ketum

JAKARTA – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) sekaligus inisiator Gerakan Kebangkitan NU, Hery Haryanto Azumi, mendesak Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum PBNU meletakkan jabatan mereka.

Hery menegaskan, langkah tersebut perlu dilakukan demi mengakhiri konflik internal yang dinilainya kian menggerus soliditas organisasi.

“Kami meminta dengan sangat hormat kepada yang mulia Rais Aam PBNU dan ketua umum, untuk menyerahkan mandat organisasi kepada ahlul halli wal aqdi (AHWA). Karena ini adalah cara terbaik untuk keluar dari konflik dan perbedaan,” tegas Hery kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Dia bilang, jika NU tidak mampu keluar dari konflik secara bermartabat, dampaknya justru akan membahayakan masa depan organisasi, umat, hingga bangsa dan negara.

Berita Lainnya  Jelang Kontra Persija, Polda Jabar Imbau Seluruh Pendukung Persib Tak Datang ke Jakarta

“Kita harus mengingatkan bahaya-bahaya bagi NU bagi umat dan bangsa kita,” jelasnya.

Selain soal kepemimpinan, Hery juga menyinggung polemik konsesi tambang yang belakangan menyeret nama NU. Ia meminta persoalan tersebut dikembalikan sepenuhnya kepada pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan pemberian izin.

“Agar kita bisa memulihkan kembali wibawa. Banyak sudah kiai menyampaikan tolong evaluasi tambang, tolong kembalikan tambang. Saya kira ini poin yang penting bahwa kita keluarkan masalah dari tubuh NU, yaitu kembalikan tambang ke pemerintah,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika ke depan ada pembicaraan ulang terkait tambang, maka hal itu sebaiknya dilakukan setelah NU benar-benar siap, baik dari sisi model bisnis maupun penyelesaian urusan dengan para investor.

“Ketiga, kami menyerukan kepada segenap jajaran pengurus NU dari wilayah hingga cabang agar bersama-sama mencari solusi terbaik, yaitu dengan ikut pada arahan ahlul halli. Jangan ada dualisme kepengurusan, jangan beri kesempatan terjadi dualisme, jangan dukung dualisme, karena sejatinya kita akan mendukung perpecahan organisasi,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Berawal dari 'Heureuy', Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

Hery juga menegaskan agar pihak-pihak yang berada di lingkaran kekuasaan, termasuk para menteri dan mereka yang memiliki kepentingan politik, tidak mencampuri urusan internal NU demi kepentingan jangka pendek.

“Keempat, kita minta kepada para (bilad) di luar pemerintah, para menteri terkait yang urusannya dengan hukum, para pihak yang berkepentingan dalam politik jangka menengah atau jangka pendek, saya minta jangan intervensi NU untuk kepentingan jangka pendek politik,” ucap Hery.

Hery menekankan pentingnya relasi yang sehat antara pemerintah dan NU, tanpa saling mengintervensi.

Berita Lainnya  Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

“Mari kita bangun suatu hubungan yang baik, beri kesempatan untuk NU merawat diri, beri kesempatan NU untuk berkontribusi lebih besar,” pungkasnya.

Asal tahu saja struktur konflik saat ini antara Rais Aam/Syuriyah (Kubu Zulfa Mustofa) melawan Ketua Umum Tanfidziyah (Kubu Gus Yahya) memiliki kemiripan identik dengan pertarungan Gus Dur (Dewan Syuro) melawan Muhaimin Iskandar (Tanfidz) pada 2008.

Pada 2008 Gus Dur selaku Ketua Dewan Syuro memecat Muhaimin Iskandar. Namun, Muhaimin melawan. Hari ini, skenario serupa terjadi: Rais Aam dan jajaran Syuriyah “memecat” Gus Yahya, dan Gus Yahya pun melawan.***

Sumber : inilah.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan