Rabu, September 16, 2026
spot_img

Warga Minta KDM dan Bupati Subang Tinjau Langsung ‘Jalan Kubangan Kerbau’ di Pinangsari-Ciasem

SUBANG – Warga Dusun Wanasari, Desa Pinangsari, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, mengeluhkan kondisi Jalan Usaha Tani di tempat mereka yang rusak parah.

Kondisi jalan sepanjang 2,5 kilometer ini sudah rusak parah bertahun-tahun. Jika musim hujan tiba seperti sekarang ini, kondisinya seperti kubangan kerbau.

Padahal jalan yang membelah persawahan di dusun tersebut sangat vital bagi lalu lintas manusia dan barang.

Jalan ini menjadi satu-satunya akses bagi para murid dan siswa untuk pergi dan pulang ke sekolah.

Begitu pun bagi para petani, jalan ini menjadi sangat vital  karena menjadi urat nadi perekonomian mereka.

Berita Lainnya  Soal Ceceran Oil Spill di Pantai Cemara Jaya, Bupati dan Kapolresta Tegas Minta PHE ONWJ Cek Fasilitas Operasional

Tak hanya itu para pedagang juga ketiban sial dengan kondisi jalan yang butut tersebut.

“Anak sekolah pasti melewati jalan ini. Para petani juga begitu, untuk menanam bibit padi maupun memanen padi lalu lintasnya lewat jalan ini. Para pedagang juga demikian. Jadi jalan ini menjadi urat nadi perekonomian warga di sini,” kata Ujes Raharja, wara setempat, Kamis (30/10/2025).

Ujes mengatakan, Jalan Usaha Tani statusnya termasuk jalan desa. Namun pihak desa setempat seolah tak peduli dengan kondisi jalan yang merepotkan warganya itu.

Berita Lainnya  Mengecam Pernyataan Nusron Wahid, Petani Karawang Desak RUU Reforma Agraria Segera Disahkan

“Padahal dana desa miliaran rupiah per tahun tapi jalan ini bertahun-tahun gak pernah diperbaiki,” kata Ujes.

Ujes berharap Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Bupati Subang Reynaldi Putra bisa datang ke desanya untuk melihat kondisi infrastruktur jalan yang amburadul.

“Kami berharap Pak Gubernur dan Pak Bupati membantu memperbaiki jalan ini, minimal dicor biar tahan lama. Pak Gubernur dan Pak Bupati juga bisa menegur Kepala Desa Pinangsari karena tidak amanah menjalankan pemerintahannya, masak jalan butut dibiarkan rusak bertahun-tahun,” kata Ujes.

Berita Lainnya  PMI Icih Dipulangkan ke Karawang, JABIS Dorong Pengusutan Sponsor Ilegal

Menurut Ujes, yang paling menderita dengan kondisi jalan seperti ini adalah ibu hamil dan para petani.

“Ibu hamil mau bersalin susah kalau jalannya butut begini. Begitu pun petani menangis karena gabah hasil panennya harus menginap berhari-hari karena mobil gak mau masuk ke kampung kami,” kata Ujes.***

Sumber : TribunNews.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan