Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

Saat Publik Mengecam, HRD PT. FCC Indonesia Hingga Kadisnaker Malah Menghadap KDM

KARAWANG – Disaat mayoritas individu dan kelompok masyarakat intelektual Kota Pangkal Perjuangan mengecam pernyataan Manajer HRD PT. FCC Indonesia, Oktav Ardiansyah yang  dinilai merendahkan martabat ‘Urang Karawang’, oknum manajer HRD tersebut bersama Kades Wadas Telukjambe Timur H. Jujun Junaedi hingga Kadisnaker Karawang Rosmalia Dewi malah terpantau menghadap Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan – Subang.

Diketahui, pernyataan Oktav Ardiansyah yang menyatakan : ‘Aduh susah deh orang Karawang diajarinnya, orang Karawang gak pinter-pinter’, telah yang membuat gaduh dan memancing kemarahan warga Karawang.

Pernyataan yang dikecam ini bermula saat Kadisnaker Karawang meminta klarifikasi kepada Oktav Ardiansyah, mengenai kabar rekturmen tenaga kerja di PT. FCC Indonesia yang kedapatan malah lebih banyak mengambil tenaga kerja di luar Karawang. Sementara dari 100 lamaran kerja warga Desa Wadas, hanya diterima dua orang saja.

Berita Lainnya  Kasus Pelanggaran Perlindungan Konsumen, Richard Lee Resmi Ditahan

Meskipun Oktav sudah menyampaikan permohonan maaf dan klatifikasi, tetapi pernyataanya di video viral yang tersebar di berbagai media sosial tersebut telah dipolisikan LBH Bumi Proklamasi pada Kamis (24/7/2025) kemarin.

Ditengah polemik yang semakin memanas, Oktav beserta Kades Wadas dan Kadisnaker malah terpantau menghadap KDM di Lembur Pakuan. Sementara Oktav sendiri tidak hadir di Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Karawang pada Jumat (25/7/2025) kemarin.

Padahal sebelumnya, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh telah mengintruksikan Disnaker Karawang untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Bahkan Bupati Aep kembali menegaskan, jika rekturmen tenaga kerja perusahaan/industri di Karawang harus memprioritaskan warga lokal.

Sontak, sikap dan langkah yang dilakukan Oktav, Kades Wadas dan Kasidnaker ini kembali mengundang reaksi publik. Salah satunya pernyataan tegas dari Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Karawang-Purwakarta, Pipik Taufik Ismail.

Berita Lainnya  Perlancar Arus Mudik, Polres Purwakarta Sterilisasi Kendaraan Sumbu 3
Anggota DPRD Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail.

Kang Pipik (sapaan akrab) menyesalkan atas langkah-langkah yang dilakukan pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi. Seharusnya pihak-pihak terkait tersebut tidak langsung berkoordinasi dengan KDM. Melainkan membicarakannya terlebih dahulu dengan DPRD Karawang dan pemda yang dalam hal ini Bupati Karawang.

“Ada dokumentasinya nggak Kadisnaker, HRD dan Kades bertemu Bupati Karawang dulu sebelum ke Lembur Pakuan?. Emang harus semuanya diselesaikan Gubernur?. Kita kan punya Bupati, ada DPRD Karawang. Kenapa langsung bypass ke atas dan dipublikasikan seolah semua persoalannya sudah beres,” tutur Kang Pipik, dilansir dari jarakinfo.com, Sabtu (26/7/2025).

Kang Pipik mengaku sangat menyesalkan dengan cara penyelesaian masalah yang seolah-olah mengabaikan otoritas pemerintahan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten punya kapasitas untuk menyelesaikan persoalan, apalagi bila menyangkut hal-hal yang terjadi di wilayah Karawang.

Berita Lainnya  Longsor TPST Bantargebang : 4 Tewas, 4 Selamat, 5 Masih Pencarian

“Saya sesalkan. Ini bukan cuma soal koordinasi, tapi soal etika birokrasi. Kadis kabupaten, kepala desa, harusnya berkoordinasi dulu dengan Bupati. Jangan karena kasusnya viral, semua langsung lari ke Gubernur,” tegas Kang Pipik.

Kang Pipik menilai cara penyelesaian persoalan tersebut (langsung menghadap KDM) berbahaya, karena bisa menciptakan preseden buruk bagi setiap kinerja pemerintahan daerah.

“Setiap ada masalah yang viral, pejabat langsung lompat ke pemerintah provinsi tanpa menghargai struktur pemerintahan daerah yang sah,”

“Kalau semua langsung dilempar ke Gubernur, buat apa ada Bupati, DPRD dan perangkat daerah lain?. Ini soal tanggung jawab dan penghargaan terhadap mekanisme yang ada,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan