Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

Rugi Berturut-turut, 2 Pabrik Tekstil di Karawang Gulung Tikar

KARAWANG – Dua pabrik tekstil di Karawang gulung tikar alias tutup permanen, yakni PT Asia Pacific Fibers dan PT Polychem Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Rosmalia Dewi, menyebut PT Polychem Indonesia sejak 2024 melapor mengalami kerugian berturut-turut yang dialami perusahaan.

“Informasi umum yang kami terima sejak akhir tahun 2024, perusahaan mengalami kerugian terus-menerus,” kata Rosmalia saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Senin (15/12/2025).

Berita Lainnya  Pemkab Purwakarta - PT. MPS Tandatangani Kerja Sama Pembangunan Simpang Susun Campaka Tol Cipali

Hanya saja, saat dimintai data soal jumlah pasti pekerja yang terkena PHK, Rosmalia menyebut data ada di bidang hubungan industrial. Meski begitu, Rosmalia memastikan hak-hak pekerja yang terkena PHK telah dipenuhi.

“Hak-haknya telah dilaksanakan,” kata Rosmalia.

Diketahui, PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mengumumkan perseroannya telah menutup permanen lini bisnis Polyester pada 14 November 2025.

Melansir Kontan, segmen tersebut mencatat kerugian beruntun selama beberapa tahun dan tidak lagi memberikan kontribusi positif bagi kinerja maupun strategi jangka panjang perusahaan.

Berita Lainnya  Transportasi Modern Transjabodetabek Resmi Beroperasi, Layani Rute Cawang - Jababeka

Sebelumnya, divisi ini dihentikan sementara pada 29 Maret 2022 lantaran dampak pandemi Covid-19. Adapun PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) mengumumkan penutupan secara permanen pabrik kimia dan serat yang ada di Karawang, Jawa Barat.

Pengumuman disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 21 Juli 2025.

POLY telah melakukan penghentian sementara operasional pabrik di Karawang tersebut sejak 1 November 2024.

POLY pun menjelaskan alasan penutupan pabrik secara permanen karena terdampak situasi bisnis di dalam dan luar negeri.***

Berita Lainnya  Seminar Nasional Bulan K3 Kembali Digelar ASLIK3 Indonesia

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2025/12/15/205300578/rugi-beruntun-dua-pabrik-tekstil-di-karawang-tutup-permanen.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Transportasi Modern Transjabodetabek Resmi Beroperasi, Layani Rute Cawang – Jababeka

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik peluncuran layanan Transportasi Modern Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka Cikarang yang dinilai mampu membantu masyarakat, khususnya pekerja dari Kabupaten...

Reses Abi Azis, Masyarakat Dapil 4 Lebih Dominan ke Aspirasi Pembangunan Pertanian

KARAWANG - Agenda Reses II Tahun Sidang 2025-2026 Anggota DPRD Karawang - Jawa Barat resmi dimulai. Khusus untuk wilayah Dapil 4 yang meliputi Kecamatan...

Bukan Diskotik, Theatre Night Mart Tegaskan Hanya Ajukan Izin Reto dan Bar di Jalan Tuparev

KARAWANG - Polemik dan kontroversi bakal adanya Tempat Hiburan Malam (THM) di jantung Kota Karawang, tepatnya di kawasan bisnis dan perdagangan di Jalan Tuparev,...

Infrastruktur Masih Dominasi Aspirasi Warga Dapil 1, H. Oma Miharja Siap Kembali Perjuangkan

KARAWANG - Serangkaian kegiatan reses dilakukan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang, H. Oma Mihardja Rizki SH. MH. Reses politisi Partai Demokrat ini digelar...

Operasi Lodaya Polres Karawang Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika

KARAWANG - Berkat kejelian petugas, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Polres Karawang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Pengungkapan kasus ini bermula pada Senin (9/2/2026),...

Peristiwa

Cekcok dengan Kekasih, Karyawan Swasta di Karawang Gantung Diri

KARAWANG - Seorang karyawan swasta berinisial YFT (32) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kontrakannya di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI