Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

Putra Sulung Ketum Laskar NKRI Kurban 5 Ekor Sapi

Dea Eka Rizaldi SH, putra sulung Ketua Umum DPP LSM Laskar NKRI, H. ME. Suparno melakukan pemotongan 6 ekor sapi hewan kurban, Jumat (6/6/2025).

Disampaikan Dea Eka, kurban di kesempatan idul adha tahun ini alhamdulillah bisa bertambah. Yaitu dimana tahun sebelumnya 4 ekor sapi, kini menjadi 5 ekor sapi.

Yaitu dimana 2 sapi dipotong di Desa Belendung Kecamatan Klari, dan 3 ekor sapi dipoting di Desa Sekarwangi Kecamatan Ramaweta

“Harapannya, ya semoga kurban di tahun depan bisa bertambah lagi,” tutur Dea Eka, saat pemotongan hewan kurban di lingkungan perusahaanya di di Desa Belendung.

Berita Lainnya  RDP : Bupati Karawang Mati-matian Tangani Banjir

Pengusaha muda sukses ini menyampaikan, pemotongan hewan kurban ini tidak ada kaitannya dengan statusnya sebagai Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Gerindra. Sehingga Dea Eka meminta wartawan tidak mencampuradukan antara momentum keagamaan dengan momentum politik.

“Kan ini kewajiban bagi yang mampu dan yang yakin hatinya. Karena keluarga kami mampu, ya wajib berkurban. Ya, intinya ingin berbagi-lah,” katanya.

Dea Eka berharap, agar kurban idul adha di tahun berikutnya bisa lebih baik lagi. Yaitu dari 5 ekor sapi menjadi 10 ekor sapi.

Berita Lainnya  Dugaan Alih Fungsi Lahan, Bangunan di Lahan Pertanian Disidak Komisi III DPRD Subang

“Harapannya kita bisa lebih baik lagi dan bisa menambah hewan kurban sapi di tahun depan. Insha Allah, doakan saja. Semoga kita diberikan rejeki dan umur yang barokah,”

“Yang penting sapinya ridho dan menjadi tunggangan keluarga saya menuju syurga Allah SWT,” harapnya.

Pesan untuk Masyarakat/Konsituen

Melalui kesempatan ini, Dea Eka juga meminta maaf kepada masyarakat khususnya konsituen yang belum bisa bertemu langsung lagi dengannya, karena alasan kesibukannya di DPRD Jabar. Namun demikian, Dea Eka memastikan pasti akan menemui semua konsituennya secara langsung.

Berita Lainnya  DPRD Subang Minta Rumah Sakit Tetap Layani Pasien BPS Kesehatan PBI

“Gak bisa bertemu langsung semuanya, karena ada kesibukan kerja di DPRD Jabar. Saya minta masyarakat bersabar,”

“Sesuatu itu akan indah pada waktunya. Saya minta masyarakat bersabar, karena pasti kita ketemu nanti,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Operasi Lodaya Polres Karawang Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika

KARAWANG - Berkat kejelian petugas, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Polres Karawang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Pengungkapan kasus ini bermula pada Senin (9/2/2026),...

Ajukan Praperadilan, Gus Yaqut Melawan

JAKARTA - Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gua Yaqut melawan penetapan tersangka oleh KPK dengan mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan....

Cekcok dengan Kekasih, Karyawan Swasta di Karawang Gantung Diri

KARAWANG - Seorang karyawan swasta berinisial YFT (32) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kontrakannya di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Pengurus Dekranasda Karawang Resmi Dikukuhkan

KARAWANG - Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karawang Periode Tahun 2025–2030 yang dilaksanakan pada...

Malu Lahirkan Anak di Luar Nikah, Pasangan Sejoli Tinggalkan Bayi di Apartemen

KOTA BEKASI - Sepasang kekasih berinisial RO (22) dan NM (24) ditangkap setelah menelantarkan bayi laki-laki yang baru lahir di sebuah unit apartemen di...

Peristiwa

Cekcok dengan Kekasih, Karyawan Swasta di Karawang Gantung Diri

KARAWANG - Seorang karyawan swasta berinisial YFT (32) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kontrakannya di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI