KARAWANG – Ditengah polemik desakan untuk mengusut dugaan ijon pokir, tiba-tiba para pimpinan DPRD Karawang dan pimpinan fraksi dikabarkan menggelar rapat dadakan.
Berdasarkan Surat Nomor : 000.1.5/377/DPRD tertanggal 6 April 2026, surat undangan rapat yang ditandatangani Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin (HES) tersebut mengundang para pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi untuk menggelar rapat di Gedung Muspida DPRD Karawang, sekitar pukul 12.30 WIB.
Tetapi dalam surat tersebut ditulis agenda pembahasan dapatnya yaitu “Tentang Pembahasan Isu yang Berkembang Saat Ini”.
Apakah agenda rapat ini membahas polemik desakan untuk mengusut dugaan ijon pokir DPRD Karawang?, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp (WA) pada Senin (6/4/2026) malam, Ketua DPRD Karawang, HES sendiri belum memberikan jawaban resmi.
Mengetahui kabar ini, di kesempatan terpisan Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH.MH kembali angkat bicara. Askun (sapaan akrab) kembali melemparkan pernyataan satir terhadap DPRD Karawang.
Terlebih agenda rapat tersebut dikhususkan bagi para pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi.
“Ini saya bilang wakil rakyat Karawang kurang kerjaan ya!. Karena biasanya rapat itu bahasan agendanya jelas, seperti rapat pansus apa gitu!. Ini rapat bahas isu, isu apa coba. Pokir dewan bukan maksudnya,” tutur Askun, Selasa (7/4/2026).
“Itu ketua DPRD Karawang dibaca dulu gak suratnya sebelum ditandatangani?. Kok lucu ya rapat pimpinan dewan dan pimpinan fraksi agendanya bahas isu,” timpal Askun.
Jika mengenai persoalan dugaan ijon pokir dewan, Askun menegaskan bahwa hal itu bukan hanya sekedar isu atau opini. Melainkan fakta yang bisa diusut Aparat Penegak Hukum (APH) jika pun mau.
Askun menegaskan bahwa ia bisa men-support APH untuk memberikan data, jika penyidik mau serius membongkar dugaan ijon pokir Anggota DPRD Karawang.
“Jadi jangan disangka saya tidak tahu rapatnya membahas soal apa. Saya tahu kok!. Maka mau kemana pun larinya anggota DPRD Karawang pasti saya kejar,” tandas Askun.***










