Sabtu, Agustus 8, 2026
spot_img

Pandji Kritik KDM hingga Singgung Fisik Wapres Gibran, Tompi Angkat Bicara!

JAKARTA – Belakangan ini jagat media sosial tengah ramai memperbincangkan sosok stand up komedian Pandji Pragiwaksono yang dinilai terlalu berlebihan saat menyampakan ‘satir’ kepada pemerintahan.

Melalui aksi panggungnya yang bertajuk ‘Mens Rea’ yang tayang di Neflik, Pandji Pragiwaksono sempat mengkritik kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang disebutnya sebagai ‘Gubernur Youtober’.

Tapi sepertinya KDM tidak mau ambil pusing atas kritikan stand up komedian tersebut. Karena justru KDM mengapresiasi atas kritikan Pandji Pragiwaksono. Dan KDM menantang balik Pandji Pragiwaksono untuk keliling Jawa Barat melihat hasil pembangunan atas kepemimpinannya.

Kritikan Pandji Pragiwaksono tidak sampai berhenti di situ. Karena Pandji juga sempat menyinggung fisik Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka yang dianggap sebagian publik sebagai bentuk penghinaan fisik.

“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” ucap Pandji dalam materi komedinya tersebut, dilansir dari Kompas.com.

Berita Lainnya  Kejagung Tetapkan Nurman Herin sebagai Tersangka Kedua Kasus TPPU

Materi lelucon stand up komedi Pandji Pragiwaksono ini pun akhirnya memunculkan banyak spekulasi publik. Hingga penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi ikut angkat bicara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi .

Tompi menilai bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Ia pun memberikan penjelasan medis terkait kondisi mata yang disebut “mengantuk” tersebut.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi.

Berita Lainnya  Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Rp 10,2 Miliar, Satwa Sampai Kurus dan Sekarat

Pelantun lagu “Menghujam Jantungku” ini menegaskan bahwa kritik, satire, maupun humor adalah hal yang sah dalam demokrasi.

Namun, ia menyayangkan jika hal tersebut menyasar kondisi tubuh yang tidak bisa dipilih oleh pemiliknya.

“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” lanjut Tompi.

Ia pun mengajak publik untuk menaikkan standar diskusi dengan lebih mengkritisi gagasan dan kebijakan, ketimbang menyerang fisik

“Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline,” tegasnya.

Meskipun memberikan kritik tajam pada bagian tersebut, Tompi mengakui bahwa ia telah menonton pertunjukan Mens Rea di Netflix dan memuji materi Pandji secara keseluruhan.

Berita Lainnya  Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

“Btw saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya,” tambah Tompi.

Unggahan Tompi tersebut mendapat respons dari Pandji Pragiwaksono. Melalui kolom komentar, Pandji tampak menerima masukan tersebut dengan lapang dada.

“Keren Tom. Terima kasih koreksinya,” tulis Pandji singkat.

Sebagai informasi, pertunjukan spesial Mens Rea merupakan tur stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar di 10 kota sepanjang tahun 2025.

Puncak dari tur ini adalah pertunjukan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Pertunjukan tersebut disebut-sebut sebagai pertunjukan komedi tunggal terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 10.000 penonton.

Pertunjukan tersebut kini sudah dapat disaksikan secara utuh di Netflix.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Alami Muntah-muntah, Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang – Bogor Diduga Keracunan MBG

BOGOR - Lebih dari 20 siswa dan seorang guru di SDN 01 Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami muntah-muntah usai menyantap menu Makan Bergizi...

Polda Jabar Tangkap Pelaku Manipulasi Gambar Presiden Prabowo, Terancam 12 Tahun Penjara

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jabar mengungkap tindak pidana identity theft atau manipulasi data terhadap gambar Presiden Prabowo Subianto menggunakan teknologi Artificial Intelligence...

Sambil Bawa Pelaku, Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi

DEPOK - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun ke Kali Licin, Cipayung, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi pria berinisial K...

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan