Senin, Juli 27, 2026
spot_img

Om Zein – Sosok Bupati Purwakarta Jelma’an Dedi Mulyadi Pisan…

Khususnya di Jawa Barat, siapa yang tidak mengenal sosok Saepul Bahri Binzein – Bupati Purwakarta Periode 2025-2030 yang lebih akrab disapa Om Zein.

Lahir 14 Agustus 1972, Om Zein sering disebut-sebut sebagai pemimpin atau Bupati Purwakarta ‘Jelma’an Kang Dedi Mulyadi Pisan’.

‘Gercep’ dan turun langsung ke masyarakat, setiap yang dilakukan Om Zein dalam mengatasi problem pembangunan di Purwakarta ia lakukan dengan cara turun langsung mendengar keluhan masyarakat.

Nyunda dan berehan, itulah sosok Om Zein yang dimana karakter kepemimpinannya tidak jauh dari Kang Dedi Mulyadi.

Dilansir dari Lensapurwakarta.com, siapa sangka, dua sosok ini sejatinya adalah sahabat sedari muda. Keduanya, adalah Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Saepul Bahri BinZein atau Om Zein.

 

Kedua sosok ini, kini tengah hangat diperbincangkan publik, baik itu kancah nasional, regional maupun lokalam daerah. Pasalnya, kedua sosok ini sama-sama menjadi pemenang sementara pilihan warga Jawa Barat dan Kabupaten Purwakarta.

 

Ada yang menarik dari keduanya. Karena, KDM maupun Om Zein bukan hanya sekarang dipertemukan. Melainkan, sejak lama mereka adalah sahabat.

Kisah persahabatan KDM dan Om Zein, bukan rahasia publik lagi. Di setiap waktu dan kempatan, keduanya sering memposting foto maupun video melalui akun media sosial masing-masing.

 

Berikut kisah persahabatan yang manis di antara kedua, berdasarkan penuturan sahabat lainnya, yakni Purwanto yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

Berita Lainnya  Diduga Belum Lengkapi Izin, Pemprov Jabar Dituntut Evaluasi Pertambangan PT. MPB di Karawang

 

Menurut Purwanto, awal mula persahabatan mereka terukir sejak tahun 1993 yang lalu. Saat itu, tiga serangkai ini dipertemukan melalui kegiatan pelatihan kader 1 HMI.

 

Adapun acaranya di Gedung PMI Kabupaten Purwakarta. Di antara ketiga sahabat ini, usia yang paling muda adalah Kadisdik Purwanto. Pasalnya, KDM merupakan kelahiran 1971, Om Zein kelahiran 1972 dan Puwanto kelahiran 1974.

 

“Kami dipertemukan melalui pelatihan kader HMI. Saat itu Om Zein merupakan Ketua Senat dari STAI Subang dan dia mahasiswa yang pintar dan kritis. Adapun Kang Dedi adalah senior kita di HMI,” ujar pria yang akrab disapa Ipung ini.

 

Sejak saat itu, persahabatan terukir indah. Suka dan duka dijalani bersama. Dan sejak usia muda, ketiganya berkomitmen untuk terus berjuang menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

 

Bahkan, lanjut Ipung, tanda-tanda kepemimpinan dari sosok Kang Dedi dan Om Zein sudah sangat terlihat saat masih menjadi mahasiswa.

 

“Banyak mimpi yang kita bicara di masa lalu. Alhamdulillah, mimpi-mimpi itu satu per satu terwujud,” ujar Ipung.

 

Persahabatan KMD, Om Zein dan dirinya saat ini sudah berjalan 31 tahun. Bukan waktu yang pendek, namun sangat panjang. Namun, persahabatan ini tak lekang dimakan usia.

“Persahabatan kami sangat sehat, suka dan duka dijalani bersama. Tetapi, kami tetap setia bersama,” ujarnya.

Berita Lainnya  Rejuvenasi KAHMI Jawa Barat: Membangun Kepemimpinan Intelektual, Memperkuat Modal Sosia dan Meneguhkan Peran Keumatan

 

Ipung menyeritakan, dari sekian panjangnya perjalanan persahabatan ini, ada hal yang paling diingat sampai saat ini.

 

Yakni, ketika mereka ada acara ke Lampung, lantas menyebrang melalui pelabuhan. Saat itu, Kang Dedi dan Om Zein ingin berkeliling pelabuhan.

 

“Kemudian, saya mengalami kejadian yang tak terduga ada masalah dengan perut, makanya saya memohon izin ke Kang Dedi untuk turun mencari toilet,” ujarnya.

 

Saat itu, juga dengan tegasnya Kang Dedi menyuruh Ipung untuk turun ditengah jalan. Kemudian, Kang Dedi dan Om Zein melanjutkan perjalanan keliling pelabuhan.

 

“Saya ditinggalkan dan dibiarkan sendiri di toilet. Saat itu belum ada alat komunikasi secanggih sekarang, jadi saya sendirian mereka entah kemana. Itulah bentuk ketegasan Kang Dedi terhadap apapun,” ujarnya sambil terkekeh.

 

Kini, sahabat tersebut telah mencapi sukses di karir masing-masing. Kang Dedi, konsisten di jalur politiknya. Dan kini, Kang Dedi Mulyadi menjadi pemenang di Pilgub Jabar 2024.

Adapun Om Zein, karirnya melesat di jalur usaha. Serta kini, terjun ke dunia politik dan sukses menjadi pemenang di Pilkada Purwakarta 2024.

 

Sedangkan Purwanto, meniti karir di dunia pendidikan. Dan kini, menjadi salah satu birokrat yang diperhitungkan dilingkup Pemkab Purwakarta, karena menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

 

Dua sahabat ini, yakni Kang Dedi Mulyadi dan Om Zein berangkat dari aktivitas mahasiswa yang cerdas dan kritis, kini sama-sama menjadi kepala daerah terpilih di Pilkada serentak 2024.

Berita Lainnya  Jawa Barat Adalah Rumah bagi Kemajemukan, Mengganti Namanya Jadi Tatar Sunda Beresiko Picu Ego Primordial

 

Dukungan Kang Dedi untuk Om Zein ataupun sebaliknya, sangat terlihat jelas. Terutama, saat menjelang pencoblosan Pilkada serentak dan pascapencoblosan.

 

Keduanya saling memberi support, ketika KDM mendaftar ke KPU Jabar, Om Zein dengan setia turut mengantar. Pun sebaliknya, saat Om Zein mendaftar ke KPU Purwakarta, KDM datang memberikan semangat.

 

Bahkan, melalui akun Instagram milik KDM, menuliskan selamat berjuang sahabatku, yang ditujukan khusus untuk Om Zein.

 

Bagi Om Zein, KDM bukan hanya sebagai sahabat. Melainkan, sosok yang sangat penting dalam fase kehidupannya, terutama di jalur politik.

 

“Kang Dedi adalah kakak, guru, sahabat dan lainnya. Bahkan, saya sangat ikhlas disebut sebagai boneka Kang Dedi yang merupakan sosok yang dicintai rakyatnya,” ujar Om Zein.

 

Kini, kedua sahabat ini keluar sebagai pemenang sementara di Pilkada serentak 2024. Kang Dedi Mulyadi menjadi pemenang di Pilgub Jabar dan Om Zein menjadi pemenang di Pibup Purwakarta.

 

Selamat buat Kang Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat dan Om Zein sebagai Bupati Purwakarta.  Semoga Purwakarta dan Jawa Barat semakin istimewa. ***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

1 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebab Bentrokan Massa di Jakarta Pusat, Benarkah Gegara Makan Nasi Uduk Gak Bayar?

JAKARTA - Polisi menyebut bentrokan pecah antara warga dan sekelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), akibat salah paham. Kapolres Metro Jakarta...

Karawang Jadi Wilayah Tujuan Pengemis, Penghasilan Bisa Sampai Rp 150 Ribu per Hari

KARAWANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena...

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan