KARAWANG – Nasional Human Resource Institute (NHRI) resmi menetapkan Roadmap Program Kerja Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan dunia ketenagakerjaan dan profesi Human Resource (HR) di era digitalisasi.
Ketua Umum NHRI, Arif Dianto, menegaskan bahwa roadmap 2026 disusun sebagai peta jalan yang realistis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas anggota, serta penguatan struktur organisasi secara nasional.
“NHRI tidak hanya hadir sebagai wadah silaturahmi praktisi HR, tetapi harus menjadi pusat pengembangan kompetensi, rujukan informasi ketenagakerjaan, dan mitra strategis bagi pemerintah, dunia usaha, serta pekerja,” ujar Arif, usai Rapat Kerja VI NHRI di Delonix Hotel Karawang, Sabtu (13/12/2025).
Roadmap Program Kerja NHRI 2026 mengusung tema Transformasi Digital dan Penguatan Profesionalisme HR Nasional, dengan fokus pada digitalisasi layanan organisasi, peningkatan kapasitas anggota, serta penguatan koordinasi wilayah di seluruh Indonesia.
Dalam roadmap tersebut, NHRI membagi pelaksanaan program kerja ke dalam empat fase sepanjang tahun 2026. Pada tahap awal, NHRI akan memprioritaskan konsolidasi organisasi, penguatan struktur pengurus pusat dan wilayah, serta peluncuran ekosistem digital NHRI yang mencakup sistem keanggotaan, pendaftaran kegiatan, dan pusat informasi HR.
“Memasuki pertengahan tahun, NHRI akan mengintensifkan program pengembangan kompetensi anggota melalui kelas digital, webinar bersertifikat, mentoring praktisi HR, serta forum-forum HR regional yang digelar di berbagai wilayah,” terang Arif.
“Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan praktisi HR terhadap isu-isu strategis seperti HR digital, hubungan industrial, dan kepatuhan regulasi,” timpal praktisi HR yang kini masih aktif di Kadin Karawang sebagai Wakil Ketua Bidang Vokasi dan Pembangunan SDM ini.
Pada fase berikutnya, lanjut Arif, NHRI menargetkan penguatan branding nasional melalui penyelenggaraan NHRI HR Summit 2026 sebagai agenda nasional unggulan, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan sponsor, vendor HR, dan mitra strategis lintas sektor.
NHRI juga akan menghadirkan HR Crisis Response Desk sebagai bentuk kehadiran organisasi dalam merespons persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi para anggotanya.
Menjelang akhir tahun, NHRI pun akan melakukan evaluasi menyeluruh melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026, pemberian apresiasi kepada anggota dan koordinator wilayah berprestasi, serta penyusunan grand design program kerja NHRI untuk tahun berikutnya.
Melalui roadmap ini, NHRI menargetkan sejumlah output strategis, di antaranya terwujudnya NHRI sebagai rujukan nasional praktisi HR yang modern dan profesional, peningkatan kompetensi dan daya saing anggota secara berkelanjutan, terbentuk dan aktifnya koordinator wilayah NHRI secara nasional dengan standar kerja yang jelas, kemandirian organisasi melalui program profesional dan kemitraan strategis, serta terbangun ekosistem digital NHRI yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Arif menambahkan, keberhasilan roadmap 2026 sangat bergantung pada komitmen seluruh pengurus dan anggota NHRI di pusat maupun wilayah.
“Roadmap ini bukan sekadar dokumen, tetapi komitmen bersama untuk membawa NHRI tumbuh sebagai organisasi HR yang relevan, berpengaruh, dan bermanfaat bagi bangsa,” tegasnya.
Dengan roadmap program kerja 2026 tersebut, NHRI optimistis dapat memainkan peran yang lebih strategis dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, adaptif, dan berkeadilan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah.***





