SUBANG – MSA, seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai staf khusus Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terpaksa diamankan pihak kepolisian Polres Subang.
Pasalnya, pria ini diduga telah melakukan serangkaian penipuan terhadap seorang wanita asal Subang berinisial IL.
Kasus itu bermula saat korban berkenalan dengan pelaku. Komunikasi intens terjalin hingga keduanya menjalin hubungan asmara.
Dalam perjalanan hubungan tersebut, MSA mulai meminta sejumlah uang dan barang kepada IL dengan berbagai alasan. Yaitu dari mulai pelaku berdalih hendak membuka usaha, pengadaan peralatan podcast, jual beli mobil, hingga rencana pernikahan.
“Untuk meyakinkan korban, tersangka mengaku sebagai staf khusus Gubernur Jawa Barat dan menunjukkan perilaku seolah memiliki jabatan resmi,” tutur Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, dilansir dari Detik.com, Jumat (6/2/2026).
Rayuan pelaku membuat korban luluh hingga menyerahkan uang tunai, sepeda motor, dan emas senilai Rp 20 juta. Penyerahan uang tunai bervariasi, mulai dari Rp 5 juta, Rp 11 juta, Rp 38 juta, hingga Rp 150 juta. Yaitu dengan total kerugian korban mencapai sekitar Rp 250 juta.
AKBP Dony menjelaskan, setelah seluruh uang dan barang diserahkan, pelaku menghilang dan tak dapat dihubungi. Korban lantas membuat laporan, dan polisi berhasil menangkap pelaku di Kota Bekasi.
“Hasil pendalaman penyidik juga mengungkap adanya korban lain dengan modus serupa di wilayah Kabupaten Cianjur, dimana tersangka kembali mengaku sebagai staf khusus pejabat pemerintah daerah,” terangnya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.
Kapolres menegaskan, pihaknya tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Subang dan berkomitmen menindak tegas setiap bentuk penipuan dan penggelapan secara profesional.
“Kami berkomitmen memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum kepada masyarakat. Setiap kejahatan yang merugikan warga akan kami tindak tegas hingga tuntas,” tegas Dony.***










