Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

Dipolisikan, Kepala SPPG di Kota Bekasi Bantah Lecehkan Pegawainya

KOTA BEKASI – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, berinisial MKP membantah melakukan pelecehan dan kekerasan terhadap pegawainya berinisial RDA.

Ia menjelaskan, perihal dirinya yang memegang tangan RDA, hal itu dimaskudkan untuk meminta maaf.

“Kalau di CCTV itu ada saya memegang tangan dia katanya secara kencang, tidak mungkinlah pelecehan. Itu dilihatin karyawan dan bahkan dalam kantor saya sendiri,” ungkapnya, Kamis (23/10/2025), seperti dilaporkan Jurnalis KompasTv, Alexander Blegur.

“Kalau bisa jelaskan, kemarin saya memegang tangan dia bukan pelecehan, tapi saya sedang minta maaf kepadanya untuk mulai bekerja lagi secara normal,” imbuhnya.

Sementara terkait dugaan kekerasan yang dialamatkan kepada dirinya, MKP turut membantahnya.

“Sebenarnya bukan tindakan kekerasan, ini hanya alasan perempuan itu untuk mendapatkan dukungan dari media,” ujarnya.

Berita Lainnya  Akal-akalan Korupsi Bupati Pekalongan, ART Jadi Dirut Perusahaan

Saat disinggung terkait pemicu peristiwa tersebut, ia mengaku hal itu dikarenakan korban yang dinilai tak menghargai dirinya.

Sebagai kepala SPPG, ia juga menyebut memberikan arahan ke pegawainya demi kebaikan SPPG. Namun, beberapa pendapatnya justru tidak dihiraukan yang bersangkutan.

“Saya agak pusing sama dia, bagaimana cara mengatur dia. Dia malah menyombongkan, katanya dia sudah tujuh tahun bekerja di akuntan, dan dia bahkan mengerti cara akuntan yang benar seperti apa. Lalu saya menanyakan kepada dia, jika kamu sudah bekerja tujuh tahun, kamu bisa mengertikan tentang namanya atasan dan bawahan seperti apa? Cara kamu berkata sama atasan, bawahan seperti apa?” ucapnya.

Berita Lainnya  Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

“Saya mengontrol sebagai Kepala SPPG yang dari arahnya yang salah menjadi benar, tapi malah salah sangka kepada saya. Karena kenapa? Kamu (korban) ketika saya mengutarakan pendapat, kamu selalu memotong-motong pendapat saya terus. Tidak ada pendapat yang benar,” sambungnya.

Lebih lanjut ia pun menilai hal ini hanyalah permasalahan internal, yang dibesar-besarkan oleh pegawainya tersebut.

“Ini sebenarnya masalah internal yang dibesar-besarkan saja. Karena dia bawahan dan saya atasan dia tidak mampu untuk membalas sebagaimana,” tegasnya.

“Akhirnya dia menggunakan power of public atau netizen netizen itu untuk mempercayai perempuan itu dalam membuat saya down dan membuat saya merasa bersalah,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, RDA melaporkan Kepala SPPG ditempat kerjanya ke Polres Metro Bekasi Kota, terkait dugaan pelecehan dan pengaiayaan.

Berita Lainnya  Bareskrim Ungkap Peredaran Uang Palsu di Purwakarta

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan pihaknya telah menerimma laporan korban terhadap Kepala SPPG di Bekasi tersebut.

“Terkait Kepala SPPG, kami sampaikan bahwa terhadap perkara dimaksud kita sudah terima laporan polisi,” ujarnya, Kamis.

Pihaknya pun tengah mendalami laporan polisi tersebut, dengan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), dan visum terhadap korban.

Selain itu, ia  juga menuturkan akan menjadwalkan pemanggilan para pihak untuk dimintai keterangan ihwal laporan yang dimaksud.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sanksi Tegas PT. Pindo Deli 4, LMP Mada Jabar Ancam Geruduk DLHK

KARAWANG - Adanya temuan dugaan pembuangan limbah PT. Pindo Deli 4 ke aliran sungai di Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Laskar Merah Putih...

Pelaku Pembunuhan Pemilik Warem Ditangkap, Motif Sakit Hati karena Ditolak Bercinta

SUBANG - Misteri kematian tragis pemilik warung remang-remang di wilayah Pantura, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang juga disertai aksi...

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan