Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img

Bupati Subang Penuhi Panggilan Penyidik

SUBANG – Kamis (27/11/2025), Bupati Subang, Reynaldi memenuhi panggilan penyidik Polres Subang untuk dimintai keterangan sebagai saksi pendalaman.

Pemanggilan terhadap Bupati Rey ini terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Kepala Dinas Pendidikan Subang, Heri Sopandi terhadap terlapor dr. Maxi – mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang yang menyebut ada dugaan setoran sejumlah uang dalam proses mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Subang.

Keterangan Bupati Rey ini dinilai penting karena berkaitan dengan dugaan gratifikasi yang sudah dilaporkan ke KPK oleh Kaukus Rakyat Subang (KRS).

Dilansir dari TriBerita.com, ​tepat pukul 14.00 WIB, rombongan orang nomor satu di Subang itu tiba di Gedung Satreskrim Polres Subang.

Kedatangannya diwarnai nuansa formalitas, diantar dengan mobil mewah Land Cruiser hitam berpelat nomor T 21 DNY dan didampingi ajudannya berpakaian serba hitam.

Berita Lainnya  MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

Meski datang dalam status sebagai saksi, protokol dan pengawalan terlihat melekat tak terpisahkan.

​Kedatangan sang Bupati disambut hangat, bahkan dengan pelukan persahabatan, oleh rekan-rekannya yang telah menunggu.

Namun, perhatian utama tertuju pada deretan jurnalis yang telah berjejer, siap mencecar pertanyaan begitu pintu mobil mewah itu terbuka.

​Tekanan Protokol Versus Kepatuhan Hukum

​Di hadapan sorot kamera, Bupati Reynaldi segera memberikan pernyataan yang menyejukkan sekaligus penuh penekanan.

​”Selamat siang Bapak-bapak, hari ini saya datang ke Polres untuk membantu pihak Kepolisian,” ujar Bupati.

Namun, ia segera menekankan posisi kedatangannya yang tak biasa.

​”Hari ini saya datang sebagai warga negara di Kepolisian Subang, bukan sebagai Bupati Subang,” kata Bupati Reynaldi menekankan.

​Penegasan itu bukan tanpa alasan. Ia mengaku ingin membuka seluruh tabir kasus ini demi objektivitas.

Berita Lainnya  Kang Jimmy 'Blak-blakan' Mesra Lagi dengan PKB

​”Untuk memberikan keterangan, agar dalam prosesnya bisa mendapatkan bukti-bukti, bisa mendapatkan klarifikasi-klarifikasi yang seobjektif mungkin, sefaktual mungkin, agar tidak ada lagi isu-isu negatif di luar tentang apa yang menimpa dirinya,” tegasnya.

​Bahkan, ia secara eksplisit menyebutkan kesetaraannya di mata hukum.

​”Saya mau menyampaikan dulu semua apa yang saya ketahui dan perlu disampaikan, agar tidak ada lagi dongeng-dongeng hal-hal yang negatif.”

​Kontradiksi yang Tak Terhindarkan

​Sorotan tajam muncul dari kalangan pewarta terkait kontradiksi antara klaim ‘warga negara biasa’ dengan fasilitas dan pengawalan resmi yang ia gunakan.

​Menanggapi pertanyaan itu, jawaban justru datang dari pengacara hukum yang mendampingi, bukan dijawab oleh Bupati Subang sendiri.

​”Jadi gini, saya yang jawab itu. Ini sebagai Bupati, bagaimanapun [status] melekat sebagai Bupati, tapi datang karena undangan resmi. Maka ini tidak bisa [dipandang] pribadi-pribadi. Hal ini kita lihatlah secara jernih, tidak perlu dipolitisasi,” kata Pengacaranya Irwan Sutiarta yang mendampingi Bupati Subang.

Berita Lainnya  Iming-iming Kerja di Pemerintahan, Perawat ASN di Cianjur Diduga Lakukan Asusila Sesama Jenis

​Ia hanya menegaskan, kedudukan kliennya sama di hadapan hukum dan kedatangannya murni sebagai warga negara yang patuh.

​”Hanya didampingi oleh penasihat hukum, gitu aja, enggak usah dilebih-lebihkan lah,” tutup pengacara bupati dengan berpakaian putih dan berjenggot panjang sebelum beranjak memasuki ruang pemeriksaan.

​Publik kini menanti keterangan yang akan diberikan oleh Bupati Subang ini, mengingat kesaksiannya berpotensi besar menguak tabir dugaan aliran dana gratifikasi yang saat ini menjadi topik isu nasional.***

Sumber : TriBerita.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan