Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Bupati Subang Penuhi Panggilan Penyidik

SUBANG – Kamis (27/11/2025), Bupati Subang, Reynaldi memenuhi panggilan penyidik Polres Subang untuk dimintai keterangan sebagai saksi pendalaman.

Pemanggilan terhadap Bupati Rey ini terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Kepala Dinas Pendidikan Subang, Heri Sopandi terhadap terlapor dr. Maxi – mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang yang menyebut ada dugaan setoran sejumlah uang dalam proses mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Subang.

Keterangan Bupati Rey ini dinilai penting karena berkaitan dengan dugaan gratifikasi yang sudah dilaporkan ke KPK oleh Kaukus Rakyat Subang (KRS).

Dilansir dari TriBerita.com, ​tepat pukul 14.00 WIB, rombongan orang nomor satu di Subang itu tiba di Gedung Satreskrim Polres Subang.

Kedatangannya diwarnai nuansa formalitas, diantar dengan mobil mewah Land Cruiser hitam berpelat nomor T 21 DNY dan didampingi ajudannya berpakaian serba hitam.

Berita Lainnya  Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

Meski datang dalam status sebagai saksi, protokol dan pengawalan terlihat melekat tak terpisahkan.

​Kedatangan sang Bupati disambut hangat, bahkan dengan pelukan persahabatan, oleh rekan-rekannya yang telah menunggu.

Namun, perhatian utama tertuju pada deretan jurnalis yang telah berjejer, siap mencecar pertanyaan begitu pintu mobil mewah itu terbuka.

​Tekanan Protokol Versus Kepatuhan Hukum

​Di hadapan sorot kamera, Bupati Reynaldi segera memberikan pernyataan yang menyejukkan sekaligus penuh penekanan.

​”Selamat siang Bapak-bapak, hari ini saya datang ke Polres untuk membantu pihak Kepolisian,” ujar Bupati.

Namun, ia segera menekankan posisi kedatangannya yang tak biasa.

​”Hari ini saya datang sebagai warga negara di Kepolisian Subang, bukan sebagai Bupati Subang,” kata Bupati Reynaldi menekankan.

​Penegasan itu bukan tanpa alasan. Ia mengaku ingin membuka seluruh tabir kasus ini demi objektivitas.

Berita Lainnya  Prabowo Percaya Diri Disegani Pimpinan Dunia : "Mungkin Mereka Takut Sama Saya"

​”Untuk memberikan keterangan, agar dalam prosesnya bisa mendapatkan bukti-bukti, bisa mendapatkan klarifikasi-klarifikasi yang seobjektif mungkin, sefaktual mungkin, agar tidak ada lagi isu-isu negatif di luar tentang apa yang menimpa dirinya,” tegasnya.

​Bahkan, ia secara eksplisit menyebutkan kesetaraannya di mata hukum.

​”Saya mau menyampaikan dulu semua apa yang saya ketahui dan perlu disampaikan, agar tidak ada lagi dongeng-dongeng hal-hal yang negatif.”

​Kontradiksi yang Tak Terhindarkan

​Sorotan tajam muncul dari kalangan pewarta terkait kontradiksi antara klaim ‘warga negara biasa’ dengan fasilitas dan pengawalan resmi yang ia gunakan.

​Menanggapi pertanyaan itu, jawaban justru datang dari pengacara hukum yang mendampingi, bukan dijawab oleh Bupati Subang sendiri.

​”Jadi gini, saya yang jawab itu. Ini sebagai Bupati, bagaimanapun [status] melekat sebagai Bupati, tapi datang karena undangan resmi. Maka ini tidak bisa [dipandang] pribadi-pribadi. Hal ini kita lihatlah secara jernih, tidak perlu dipolitisasi,” kata Pengacaranya Irwan Sutiarta yang mendampingi Bupati Subang.

Berita Lainnya  Jelang Kontra Persija, Polda Jabar Imbau Seluruh Pendukung Persib Tak Datang ke Jakarta

​Ia hanya menegaskan, kedudukan kliennya sama di hadapan hukum dan kedatangannya murni sebagai warga negara yang patuh.

​”Hanya didampingi oleh penasihat hukum, gitu aja, enggak usah dilebih-lebihkan lah,” tutup pengacara bupati dengan berpakaian putih dan berjenggot panjang sebelum beranjak memasuki ruang pemeriksaan.

​Publik kini menanti keterangan yang akan diberikan oleh Bupati Subang ini, mengingat kesaksiannya berpotensi besar menguak tabir dugaan aliran dana gratifikasi yang saat ini menjadi topik isu nasional.***

Sumber : TriBerita.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Temukan Ribuan Lahan Sawah di Bekasi Kekeringan, Menteri PU Ancam Copot Pejabat yang Beri Laporan Palsu

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo marah dan mengancam mencopot pejabat Kementerian PU, termasuk meminta Pelaksana Tugas (Plt) untuk Kepala Balai atau Pejabat Pembuat...

MBG Dibawa Pulang ke Rumah, Orang Tua hingga Nenenk Ikut Keracunan

Kasus keracunan masal MBG di wilayah Kecamatan Bawang menyibakan sebuah fenomena dimana ternyata MBG tidak hanya dimakan oleh siswa penerima MBG. Ada cukup banyak...

Polisi Telusuri Insiden Pemotor Dipukuli dan Diacungkan Celurit di Purwakarta

Peristiwa pemukulan pengendara motor (pemotor) yang viral di wilayah Campaka arah Cimaung, Kabupaten Purwakarta, saat ini sedang dalam penelusuran dan penyelidikan intensif oleh Satreskrim...

Aksinya Terekam CCTV, Pria Berbaju Loreng Gasak HP Karyawan SPBU

Aksi dugaan pencurian telepon genggam (HP) oleh seorang pria berpakaian kaos dan celana loreng terekam kamera CCTV di salah satu SPBU di Kabupaten Barru,...

Pasca Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan Kalapas dan Empat Pejabat Struktural Lapas Cibinong

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto beserta empat pejabat struktural lainnya pada Sabtu (26/9/2026). Penonaktifan...

Hukum

Pasca Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan Kalapas dan Empat Pejabat Struktural Lapas Cibinong

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto beserta empat pejabat struktural lainnya pada Sabtu (26/9/2026). Penonaktifan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan