Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Gerakan Pangan Murah Anggota DPRD Jabar Dea Eka Rizaldi Langsung Diserbu Warga

KARAWANG – Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Gerindra, Dea Eka Rizaldi, SH menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPH), di Lapangan Jess di Perumahan Terangsari, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/12/2025).

Sontak, ketersediaan pangan murah ini langsung diserbu warga. Dengan alasan sangat membantu, warga meminta agar program ini digelar sebulan sekali.

Sebelumnya, GPM ini juga digelar di kantor Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, pada Kamis (4/12/2025).

Melalui program ini, warga bisa berbelanja kebutuhan sembako dengan harga lebih murah.

Berita Lainnya  Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Seperti beras premium Rp 65.000/5 Kg, minyak goreng premium Rp 19.000/ liter, telur ayam Rp 28.000/Kg, daging ayam Rp 32.000/ ekor, beras medium Rp 57.000/5 Kg, gula pasir Rp 16.000/Kg, terigu Rp 9.000/ Kg, serta berbagai aneka sayuran dan buah-buahan yang dijual lebih murah.

Di lokasi, Dea Eka Rizaldi mengungkapkan bahwa program ini merupakan upaya konkret pemerintah provinsi dalam menjaga stabilitas harga dan meringankan beban masyarakat.

“GPM ini menjadi solusi dalam menghadapi fluktuasi harga pangan. Kami akan terus mendorong agar kegiatan ini diperbanyak dan menjangkau lebih banyak wilayah,” tutur Anggota DPRD Jabar Dapil Karawang – Purwakarta ini.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Setujui Perubahan KUA - PPAS 2026 dan Bahas Raperda APBD 2027

Ia menegaskan bahwa program GPM ini akan terus berlanjut, karena merupakan program berkelanjutan Pemprov Jawa Barat yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan serentak di berbagai daerah.

“Program ini bukan hanya di Karawang saja, tetapi secara serentak di seluruh Jawa Barat. Untuk Karawang sendiri hari ini mendapatkan dua titik. Titik pertama di Desa Cibadak, dan titik kedua di Cibalongsari,” katanya.

Dea Eka berharap agar ke depan subsidi dari pemerintah bisa semakin ditingkatkan, sehingga harga pangan yang dijual kepada masyarakat menjadi jauh lebih murah.

Berita Lainnya  Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-393, Karawang Terus Berbenah dan Bangun Infrastruktur

“Karena ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, harapannya subsidi bisa lebih besar lagi. Saat ini subsidinya baru seperempat harga, ke depan mudah-mudahan bisa sampai setengah harga dari harga asli agar benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan