Jumat, Maret 27, 2026
spot_img

Debat KDM dengan Pemilik Bangunan Buka Fakta Baru Dugaan Sewa Lahan PJT II

KARAWANG – Video perdebatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan salah seorang pemilik bangunan di Jalan Interchange Karawang Barat akhirnya membuka fakta baru, tentang dugaan praktik sewa lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II di Karawang.

Awalnya, KDM memimpin langsung proses penertiban bangunan di sepanjang aliran Sungai Citarum, tepatnya di kawasan Interchange Karawang Barat, pada Senin 10 November 2025.

Dalam penertiban itu, KDM mendapat perlawanan dari seseorang bapak-bapak yang mengaku pemilik bangunan dan menyatakan bahwa lahannya merupakan hasil sewa resmi dari PJT II.

Berita Lainnya  Gus Yaqut Ditahan KPK, Cak Imin: Enggak Ada Hubungannya Sama Saya

Disaksikan warga setempat, situasi sempat memanas saat KDM dan pemilik bangunan yang katanya merupakan mantan jaksa ini berdebat adu argumentasi.

Pemilik bangunan menolak pembongkaran dengan alasan tidak ada pemberitahuan resmi dari pemerintah. Ia menuding langkah penertiban dilakukan secara mendadak dan tanpa prosedur yang jelas.

Petugas Satpol PP dan aparat keamanan akhirnya turun tangan untuk meredam situasi. Namun KDM tetap bersikeras melanjutkan penertiban dengan alasan penataan tata ruang dan keselamatan publik (pencegahan bencana banjir).

Kemudian, melalui video di akun instagram @dedimulyadi71, KDM berdialog dengan pengusaha kuliner yang mengaku telah menyewa lahan PJT II Rp 90 juta per tahun melalui si bapak yang kemarin bersitegang dengan KDM.

Berita Lainnya  KPK OTT Bupati Rejang Lebong, Wabup juga Ikut Diamankan

Bahkan salah seorang penyewa lahan PJT II lainnya buka-bukaan telah mengeluarkan anggaran sewa Rp 70 juta dikali lima tahun.

Mendengar pengakuan itu, KDM nampak terkejut. “Enak ya, tanpa kerja bisa dapat ratusan juta,” sindir KDM.

Sementara itu, Asmen PJT II Walahar, Endang, saat dikonfirmasi terkait adanya praktik sewa lahan itu enggan berkomentar banyak. Ia mengatakan masih akan berkoordinasi dengan kantor pusat sebelum memberikan keterangan resmi.

“Nanti ya, saya harus koordinasi dulu dengan pimpinan. Sekarang kita lagi komunikasi dengan kantor pusat. Klarifikasi akan disampaikan oleh kami bersama Humas PJT,” ujarnya, Selasa 11 November 2025.

Berita Lainnya  Rusak Parah, Jalan Provinsi di Pamanukan - Subang Dikeluhkan Warga

Kini, publik masih menanti fakta sebenarnya apakah praktek sewa lahan PJT II di Jalan Interchange Karawang Barat ini melibatkan oknum pejabat PJT II atau tidak?.

Atau hanya sekedar perbuatan segelintir oknum yang memanfaatkan buruknya pengelolaan aset lahan PJT II?.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Viral Guru Ngaji Diamuk Massa karena Selingkuh dengan Istri Orang

KARAWANG - Sebuah video viral beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang warga Kecamatan Tirtajaya sedang berusaha diamankan anggota kepolisian dan anggota TNI, karena...

Sanksi Tegas PT. Pindo Deli 4, LMP Mada Jabar Ancam Geruduk DLHK

KARAWANG - Adanya temuan dugaan pembuangan limbah PT. Pindo Deli 4 ke aliran sungai di Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Laskar Merah Putih...

Pelaku Pembunuhan Pemilik Warem Ditangkap, Motif Sakit Hati karena Ditolak Bercinta

SUBANG - Misteri kematian tragis pemilik warung remang-remang di wilayah Pantura, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang juga disertai aksi...

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan