Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img

Para Pelaku Pengeroyokan Anak Disabilitas Dipolisikan

KARAWANG – Kasus anak disabilitas berinisial R (15) yang dikeroyok oleh warga Cilamaya, Karawang berbuntut panjang. Ibu angkat R, melaporkan para terduga pelaku ke Polres Karawang.

Tim Hukum Kelurahan Sindang Kasih Purwakarta, Aris Nurjaman menyampaikan, pelaporan ini dilakukan atas dasar; korban masih di bawah umur (disabilitas tuna grahita), kondisi korban cukup parah dan hingga saat ini masih koma, lalu tidak ada itikad baik dari warga yang melakukan penganiayaan terhadap R.

Berita Lainnya  Demi Memikat Pujaan Hati yang Berprofesi ASN, Sopir ini Nyamar Jadi Polisi Gadungan

“Meskipun sudah ada yang dateng dari dusun Desa Cilamaya, tapi hanya sebatas dateng, tidak ada tindak lanjut. Pembiayaan RS pun dicover oleh Pemerintah Purwakarta,” ungkapnya kepada tvberita, Selasa (11/11).

Aris mengatakan, untuk sementara laporan polisi sudah diajukan, namun pihaknya akan kembali ke Polres Karawang untuk membawa hasil visum sebagai barang bukti.

“Kami sudah mengajukan laporan ke Polres, sekarang cek TKP terlebih dahulu ke wilayah Cilamaya wetan, setelah cek TKP, ke RSUD Bayu Asih untuk minta hasil visum untuk dijadikan alat bukti awal,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Diduga Kesal Tak Diberi 'Ngutang' Rokok, Sekelompok Pria Bersajam di Kendari Serang Pemilik Warung

Ibunda korban, Rani Nurani mengungkapkan bahwa R sudah menjalani operasi kepala pada Minggu, (9/11). Namun sejak masuk RSUD Karawang hingga dipindahkan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, kondisi R tak kunjung membaik.

“Sampai sekarang masih koma, sudah operasi juga belum sadarkan diri. Berharap anak saya cepet sembuh lagi, dan pelaku diadili,” katanya.

Keluarga korban berharap polisi bisa menangkap pelaku yang mengeroyok R, sebab hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui kronologi pasti.

Berita Lainnya  Pria ini Nekat Selundupkan Tahu Bulat Berisi Sabu ke Sel Tahanan Mako Polres Bima

“Anak saya gak mungkin maling, emang sering kabur-kaburan karena disabilitas. Dia masuk rumah orang di Purwakarta juga udah pada tau, dan gak pernah ada barang ilang,” tandasnya. (*)

Sumber : TVBerita.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan