Selasa, Agustus 11, 2026
spot_img

Para Pelaku Pengeroyokan Anak Disabilitas Dipolisikan

KARAWANG – Kasus anak disabilitas berinisial R (15) yang dikeroyok oleh warga Cilamaya, Karawang berbuntut panjang. Ibu angkat R, melaporkan para terduga pelaku ke Polres Karawang.

Tim Hukum Kelurahan Sindang Kasih Purwakarta, Aris Nurjaman menyampaikan, pelaporan ini dilakukan atas dasar; korban masih di bawah umur (disabilitas tuna grahita), kondisi korban cukup parah dan hingga saat ini masih koma, lalu tidak ada itikad baik dari warga yang melakukan penganiayaan terhadap R.

Berita Lainnya  Demi Memikat Pujaan Hati yang Berprofesi ASN, Sopir ini Nyamar Jadi Polisi Gadungan

“Meskipun sudah ada yang dateng dari dusun Desa Cilamaya, tapi hanya sebatas dateng, tidak ada tindak lanjut. Pembiayaan RS pun dicover oleh Pemerintah Purwakarta,” ungkapnya kepada tvberita, Selasa (11/11).

Aris mengatakan, untuk sementara laporan polisi sudah diajukan, namun pihaknya akan kembali ke Polres Karawang untuk membawa hasil visum sebagai barang bukti.

“Kami sudah mengajukan laporan ke Polres, sekarang cek TKP terlebih dahulu ke wilayah Cilamaya wetan, setelah cek TKP, ke RSUD Bayu Asih untuk minta hasil visum untuk dijadikan alat bukti awal,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Biadab! Suami di Padang Paksa Istrinya Berhubungan Badan dengan Lelaki Lain

Ibunda korban, Rani Nurani mengungkapkan bahwa R sudah menjalani operasi kepala pada Minggu, (9/11). Namun sejak masuk RSUD Karawang hingga dipindahkan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, kondisi R tak kunjung membaik.

“Sampai sekarang masih koma, sudah operasi juga belum sadarkan diri. Berharap anak saya cepet sembuh lagi, dan pelaku diadili,” katanya.

Keluarga korban berharap polisi bisa menangkap pelaku yang mengeroyok R, sebab hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui kronologi pasti.

Berita Lainnya  Guru Ngaji Diduga Cabuli Sejumlah Murid Laki-laki, Gak Mau Diusir dari Kampung Berakhir Rumah Dikepung

“Anak saya gak mungkin maling, emang sering kabur-kaburan karena disabilitas. Dia masuk rumah orang di Purwakarta juga udah pada tau, dan gak pernah ada barang ilang,” tandasnya. (*)

Sumber : TVBerita.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sama dengan Judi, MUI Tegaskan Hadiah Agustusan yang Dipungut dari Peserta Hukumnya Haram

JAKARTA - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia setiap 17 Agustus, masyarakat biasanya menyambutnya dengan penuh antusias melalui beragam kegiatan. Salah satu yang...

5 Orang Sudah Diperiksa, Kapolda Sulut : “Pengemudi Berpotensi Jadi Tersangka”

SULAWESI - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Roycke Harry Langie menyebut pengemudi mobil dalam tragedi drag race Kotamobagu berpotensi menjadi...

Prabowo Mau Rombak Buku Pelajaran Siswa SD hingga SMA?

JAKARTA - Pemerintah berencana merombak buku pelajaran siswa SD hingga SMA. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari sorotan Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku...

‘Drag Race Maut’, 6 Penonton Meninggal, 11 Lainnya Luka-luka

SULAWESI - Sebanyak enam orang meninggal dunia dan 11 korban lainnya mengalami luka berat dan luka ringan, dalam insiden 'Drag Race Maut' pada ajang...

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan