Rabu, Juni 17, 2026
spot_img

Limbah Dapur MBG Cemari Lingkungan, DLH Kota Bekasi Langsung Cek Lapangan

KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran lingkungan di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu.

Laporan itu berawal dari keluhan masyarakat dan pemberitaan media daring mengenai saluran drainase yang mengeluarkan bau tak sedap.

Sejumlah warga juga mengaku mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air sumur yang diduga tercemar limbah dari kegiatan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan tersebut.

Berita Lainnya  NHRI Tekankan Program MBG dan KDMP Dievaluasi Secara Menyeluruh

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan pihaknya langsung melakukan verifikasi lapangan begitu menerima laporan.

Hasil sementara menunjukkan bahwa air limbah domestik dari kegiatan MBG—terutama sisa cucian peralatan masak dan makan—ditampung dalam biotank kedap air. Limbah yang tertampung kemudian disedot secara berkala menggunakan jasa penyedotan limbah.

Sebagai tindak lanjut, tim DLH bersama UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup (Lab LH) turun langsung ke lapangan untuk mengambil sampel di beberapa titik. Pemeriksaan dilakukan pada saluran pembuangan air limbah dan sumber air tanah (jet pump) yang digunakan warga.

Berita Lainnya  FORDAS Cilamaya Berbunga Ajak MUI dan Ormas Islam 'Dakwahkan' Kampanye Lingkungan Hidup Lewat Khutbah Jumat

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber pencemaran serta menilai tingkat kualitas air agar langkah penanganan bisa tepat sasaran,” ujar Kiswatiningsih, Kamis, 30 Oktober 2025.

DLH Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat secara transparan dan akuntabel, serta akan melibatkan lintas sektor dalam menjaga kualitas lingkungan di wilayahnya.***

Sumber : GoBekasi.id

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

BEM Bersatu Duga Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

JAKARTA - Aliansi mahasiswa yang menamakan diri BEM Bersatu menduga ada oknum mantan petinggi militer, yakni Jenderal TNI (Purnawirawan) SS di balik gerakan penolakan...

Lagi, Ayah di Karawang Perkosa Anak Kandung, Korban Sempat Melawan Tapi Tak Berdaya

KARAWANG - Belum juga reda rasa sedih dan amarah publik terhadap kasus pencabulan balita perempuan usia 3 tahun oleh ayah kandungnya J (39), warga...

Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Bunuh Diri atau Dibunuh?

PURWAKARTA - Kasus kematian Yogi Saleh, seorang pejabat Pemkab Purwakarta - Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik terkait pertanyaan apakah Kepala Bidang Pengelolaan Aset...

Detik-detik Mahasiswa Teriaki Budiman Sudjatmiko ‘Pengkhianat Reformasi’

JAKARTA - Kericuhan mewarnai jalannya diskusi publik yang digelar platform Total Politik di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026)...

70 Ribu Siswa yang Tak Lolos Sekolah Negeri akan Ditampung di Sekolah Swasta, KDM : Biaya Ditanggung Pemprov Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 444.000 siswa yang sudah terpetakan dalam...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan