Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Gak Usah Datang ke Lembur Pakuan, Kalau Cuma Minta Dibantu Lunasi Utang oleh KDM

SUBANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan melayani aduan warga terkait persoalan utang piutang yang datang ke kediamannya di Lembur Pakuan. Menurutnya, hal itu di luar kewajiban negara.

“Yang mengalami problem keuangan karena utang piutang, mohon maaf kami tidak mungkin dilayani. Karena itu sudah di luar kewajiban kami sebagai penyelenggara negara,” ujarnya dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Jumat (12/9/2025).

Dedi menyebut hampir setiap hari puluhan bahkan ratusan warga mendatangi rumahnya untuk menyampaikan keluhan. Semua aduan terlebih dahulu dicatatkan di pos pengaduan yang dijaga stafnya.

Berita Lainnya  Dorong Digitalisasi Usaha, GOKAR dan Mentorship 360 Perkuat Database UMKM Karawang

“Yang pertama saya berharap kepada yang berkunjung, berkunjunglah langsung ke pos pengaduan. Di situ ada Windy, ada Mega, ada Haji Mumu. Seluruh pengaduannya kami catatkan dan setelah dicatatkan ada yang kami tindaklanjuti,” ucapnya.

Ia menegaskan pengaduan yang ditindaklanjuti umumnya berkaitan dengan masalah kesehatan, hukum, dan pendidikan. Namun ada pengecualian untuk persoalan keuangan yang berhubungan dengan kebutuhan medis.

“Problem keuangan, utang piutang yang ditimbulkan karena berobat, misalnya sebelum punya BPJS dia terpaksa harus menggadai rumahnya untuk berobat, kami akan membantu sekemampuan kami,” katanya.

Berita Lainnya  Anak Buahnya Kena OTT KPK, Petani Karawang Sempat Demo Minta Prabowo Copot Nusron Wahid

Menurut Dedi, kondisi tersebut bukan semata-mata masalah pribadi melainkan akibat negara belum menyiapkan fasilitas pengobatan memadai. Ia juga menyoroti keluhan warga soal biaya non-medis selama menjalani perawatan.

“Kami juga akan berusaha sekemampuan kami untuk membantunya. Karena memang saya paham bahwa ketika orang sakit seluruh penghasilannya berhenti,” tuturnya.

Bantuan, kata Dedi, bisa dilakukan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) maupun secara pribadi.

“Untuk itu seluruh kegiatan-kegiatan tersebut kami sajikan sebagai bagian layanan kami kepada masyarakat. Baik layanan sebagai gubernur maupun layanan sebagai pribadi,” ujarnya.

Berita Lainnya  Siswi Berprestasi di Karo yang Keracunan MBG Alami Gangguan Ingatan hingga 70 Persen

Dedi berharap perekonomian masyarakat segera membaik, lapangan kerja terbuka, dan beban biaya berobat berkurang.

“Semoga ekonomi semakin baik, semoga lapangan kerja semakin terbuka, dan semoga kita semua disehatkan sehingga terbebas dari beban hidup yang berat untuk berobat,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Layani Aduan Utang Piutang, Fokus Bantu Masalah Kesehatan dan Pendidikan”, Klik untuk baca: https://bandung.kompas.com/read/2025/09/12/080555678/dedi-mulyadi-tegaskan-tak-layani-aduan-utang-piutang-fokus-bantu-masalah.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan