Selasa, Juni 9, 2026
spot_img

Perjuangan Menantang Maut Pelajar Sukabumi untuk Sampai ke Sekolah

SUKABUMI – Perjuangan luar biasa harus dilakukan oleh puluhan pelajar di Kampung/Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk mengenyam dunia pendidikan.

Mereka harus bertaruh nyawa menuruni dan menyeberangi aliran Sungai Cikarang.

Setiap hari mereka harus menantang maut karena sewaktu-waktu air bah bisa terjadi di sana.

Meskipun harus bertaruh nyawa, para pelajar sekolah dasar dan menengah pertama yang bersekolah di wilayah seberang sungai yakni di wilayah Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, tetap mengikuti aturan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yakni masuk sekolah pukul 06.30.

Berita Lainnya  Menteri HAM Pigai Tak Setuju Begal Ditembak Mati

Kepala Desa Tanjung, Dasep Taofiqul Hiqmah, mengatakan para pelajar itu berangkat lebih pagi agar tidak kesiangan.

Ada yang berangkat pukul 06.00 ada juga yang sebelum itu karena mereka harus berjalan kaki ke sekolah.

“Aturannya masih ngikuti karena serentak, ngikuti aturan tersebut lebih pagi, karena jadwal masuk setengah tujuh, berangkat sebelum setengah tujuh,” ujar Dasep kepada Tribunjabar.id, Sabtu (23/8/2025).

Dasep berharap pemerintah daerah bisa segera membangun jembatan agar masyarakatnya terutama para pelajar dapat beraktivitas seperti biasa.

Berita Lainnya  Anggota Dewan Laporkan Mantan Anggota Dewan, Dugaan Penggelapan Dana Investasi Rp 110 Juta

Selain sebagai akses menuju sekolah, jembatan yang terputus bahkan hilang akibat banjir bandang pada bulan Maret 2025 itu juga menjadi akses perekonomian bagi warga setempat.

Pemerintah Desa pun sudah berkiirm surat ke Pemda Kabupaten Sukabumi agar dibuatkan jembatan baru.

“Kemarin kita kirim surat lagi ke pak Bupati, kemarin mau survey kembali,” ucap Dasep.

Berita selengkapnya klik :  https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1144033/pelajar-di-sukabumi-menjerit-minta-tolong-ke-kdm-setiap-hari-harus-terjang-sungai-ke-sekolah?page=all.

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Pemkot Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam dan Atribut Dinas

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk aparatur sipil negara (ASN). Isinya terkait larangan ASN Pemkot Bekasi membuat konten mengenakan...

Polres Karawang Amankan 5 Pemuda dalam ‘Video Viral Pesta Gay’ di Theatre Night Mart

KARAWANG - Pasca viral video diduga pesta gay sekelompok pemuda di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev Karawang - Jawa...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan