Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

Stop Pencitraan, Tokoh Pemuda Pertanyaan Anggaran ‘Nganjang ka Warga’ Dedi Mulyadi

KARAWANG – Pasca pelaksanaan program ‘Nganjang ka Warga’ Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Kecamatan Klari, tokoh pemuda Karawang, Guntar Mahardika mempertanyakan anggaran program kegiatan KDM tersebut.

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Karawang ini menilai KDM yang tidak konsisten dengan kebijakannya, atas intruksi Presiden Prabowo tentang efisiensi anggaran untuk pemerintahan provinsi se-Indonesia.

“Menurut saya sebagai perwakilan pemuda, kegiatan yang dilakukan KDM tidak tepat, karena dari pada melaksanakan kegiatan yang bersifat tidak urgensi, lebih baik anggarannya dialokasikan ke hal yang lebih penting,” tutur Guntar Mahardika, dilansir FaktaJabar, Minggu (15/6/2025).

Berita Lainnya  700 Angkot Puncak Bogor Dapat Kompensasi Rp 1 Juta

Diketahui, belakangan ini masyarakat Karawang banyak melakukan protes jalan rusak yang statusnya merupakan jalan provinsi. Yaitu seperti jalan Badami-Loji yang mengalami kerusakan parah.

Bahkan untuk kerusakan jalan provinsi seperti jalan Klari-Purwasari-Dawuan, Pemkab Karawang terpaksa memperbaiki kerusakan jalannya dengan menggunakan anggaran pemeliharaan Dinas PUPR Karawang.

Meskipun itu bukan kewenangannya, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh terpaksa mengambil inisiatif memperbaiki jalan Klari-Purwasari-Dawuan, ketimbang harus menunggu adanya korban laka-lantas kembali akibat jalan rusak tersebut.

Guntar Mahardika melanjutkan, branding stabilitas personal KDM sudah sangat luar biasa. Maka ia meminta KDM fokus merealisasikan janji-janji politiknya, ketimbang banyak melakukan kegiatan pencitraan di masyarakat seperti program ‘Nganjang ka Warga’.

Berita Lainnya  Pemerintah Wacanakan Siswa Belajar di Rumah

“Jangan sampaikan kebijakan gubernur banyak menekan ke bawah atau daerah terus. Tetapi para pimpinannya berfoya-foya memploting anggaran untuk keperluan yang kurang tepat,” kata Guntar.

Guntar mengingatkan, PR Gubenur Jawa Barat masih banyak. Sehingga ia minta KDM fokus penyelesaian persoalan pembangunan satu persatu. Terlebih merealisasikan janji-janji politik kepada masyarakat Karawang.

“Pak Dedi.. Pak Dedi, sekarang baru awal, belum masuk masa kampanye. Cukup pencitraan mah. Perjalanan bapak masih sangat jauh. Jangan sampai nanti jadi boomerang,” sindirnya.

Berita Lainnya  MKGR Karawang Gelar Bukber dengan Ojol dan Anak Yatim

Guntar memprediksi, kegiatan “Nganjang ka Warga” KDM bisa menyedot anggaran sampai Rp 500 juta per kegiatan, bahkan bisa lebih. Oleh karenanya, ia mempertanyakan anggaran program tersebut. Apakah dari kantong pribadi KDM atau APBD Provinsi Jawa Barat.

“Apakah anggaran itu menggunakan uang pribadi Pak Dedi?. Coba bayangkan apabila anggaran tersebut digelontorkan untuk pembenahan infrastruktur, mungkin jauh lebih bermanfaat,” tutup mantan Ketua DPD KNPI Karawang ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Pembunuhan Pemilik Warem Ditangkap, Motif Sakit Hati karena Ditolak Bercinta

SUBANG - Misteri kematian tragis pemilik warung remang-remang di wilayah Pantura, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang juga disertai aksi...

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan