Kamis, Juli 9, 2026
spot_img

Bismillah, Gedung Dakwah PCNU Karawang Mulai Dibangun

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | – Di tanah wakaf mantan Wakil Bupati Karawang, Almarhum H. Shalahudin Muftie seluas 2.815 meter di Kelurahan Tanjungpura, gedung dakwah Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Karawang mulai dibangun.

Peletakan batu pertama ini bukan hanya dihadiri oleh Rois Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, tetapi juga dihadiri oleh sejumlah pejabat lain.

Diantaranya seperti Ketua DPRD, Kepala BPN, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Kapolsek setempat, Ketua Muhammadiyah, Ketua LDII, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dea Eka Rizaldi SH, Anggota DPRD Karawang lainnya seperti Iqbal Jamalulail, Taman SE dan istrinya Teh Yusni Rinzani, serta politisi lain seperti Ketua DPD Partai Golkar Karawang, H. Sukur Mulyono.

Ketua PCNU Karawang, Kang Dede Permana menyampaikan, sejak tahun 1937 Nahdatul Ulama sudah lahir di Karawang. Kantor PCNU di Jalan Dewi Sartika selama 5 periode kepengurusan telah menjadi saksi sejarah dalam perjalanan syiar islam Nahdatul Ulama di Karawang.

Tetapi ternyata, kantor tersebut bukan merupakan tanah wakaf NU. Sehingga kepengurusan PCNU Karawang Periode 2022-2027 mencari alternatif lain untuk membangun gedung dakwah yang lebih refresentatif.

Sehingga di tanah 2.518 meter yang merupakan wakaf mantan Wakil Bupati Karawang, Almarhum H. Shalahudin Muftie, maka gedung dakwah PCNU Karawang mulai dibangun.

“Kami bismillah akan membangun gedung dakwah dengan RAB 8 miliar untuk 3 lantai. Target 1 tahun ini mungkin selesai 1 lantai dulu,” tutur Deden Permana, Kamis (26/12/2024).

“Kami kepengurusan 2022-2027, kami ingin menorehkan sejarah membangun gedung dakhwah yang selama ini kita cita-citakan bersama,” timpalnya.

Masih dalam sambutan, Ketua Tanfidziyah PWNU Jabar, KH. Juhadi Muhammad SH meyakini, jika gedung dakwah NU Karawang akan cepat selesai, melihat banyak warga NU yang sudah mapan. Terlebih, banyak juga warga NU yang menjadi stakeholder di pemerintahan.

Gedung dakwah NU yang akan menjadi magnet, tentu pemerintah membutuhkan peranan NU. Karena NU, Muhammadiyah dan Ormas islam lainnya adalah penyeimbang di dalam membangun stabilitas negara.

“Sangat penting keberadaan NU. Oleh karena itu, baik warga maupun pejabat NU, mari kita sama-sama mendukung suksesnya pembangunan gedung dakwah NU ini,” tuturnya.

Terpantau, dalam kesempatan peletakan batu pertama gedung dakwah NU ini juga dilakukan ‘lelang infak’ bagi jama’ah NU yang hadir. Infak yang terkumpul di awal adalah sebagai berikut :

– Tanfidziyah PWNU Rp 10 juta
– Kepala Kemenag Rp 25 juta
– Ketua DPRD Rp 10 juta
– Rois Syuriah Rp 25 juta
– Dewan Dea Eka 10,2 juta
– Mustasar Rp 5 juta
– Dewan Taman Rp 10 juta
– Dewan Gus Iqbal Rp 5 juta
– Kepala BPN Rp 25 juta
– Muslimat Majalaya Rp 1,5 juta
– Khatib Rp 3 juta

***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sekda Bekasi Akui Kasus Ade Kunang Berpengaruh Terhadap Administrasi Pemerintahan dan Psikologis ASN

BEKASI - Berdasarkan hasil pemeriksaan Laporan Keuangan  Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Pemkab Bekasi memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (TMP) atau disclaimer dari...

Jawa Barat Berubah Nama Jadi Tatar Sunda, Dede Yusuf Khawatir Justru akan Terjadi Gesekan Antar Kelompok Budaya

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengingatkan usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda perlu dipertimbangkan secara matang. Menurutnya,...

Korupsi Batu Bara PLN, Polisi Bongkar Brankas Emas Batangan hingga Dollar Senilai Ratusan Miliar

BOGOR - Polisi menyita emas batangan 74 kilogram dan uang dollar Singapura dan Amerika Serikat saat menggeledah rumah di Sentul, Bogor pada Rabu (8/7/2026). Penggeledahan...

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan